Serang, Banten – Java newsonlin.co.id | Penjabat (Pj) Gubernur Banten, A Damenta, menyatakan bahwa performa PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk semakin menunjukkan perkembangan positif. Pernyataan tersebut disampaikan Damenta usai memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Anggaran Tahun 2024, Sinergi Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2025, dan Penguatan Bank Banten di Hotel Aston, Kota Serang, Senin (30/12/2024).

Damenta mengungkapkan, berdasarkan penilaian Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Banten semakin membaik dalam kinerjanya. “Bank Banten harus terus berkembang. Dari segi regulasi, tidak ada masalah, namun di aspek kelembagaan dan operasional, masih ada beberapa pembenahan yang perlu dilakukan,” ujar Damenta. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan peran Bank Banten sebagai lembaga keuangan daerah yang akan semakin diperkuat melalui penempatan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Banten.
Selain itu, Damenta menyebutkan bahwa Bank Banten telah memperoleh predikat “naik kelas” dari OJK, yang semakin memotivasi pemerintah daerah untuk memindahkan pengelolaan RKUD mereka ke bank tersebut. Untuk memastikan hal ini berjalan lancar, pemerintah daerah akan meluncurkan rencana aksi bersama yang melibatkan tim terpadu.
“Pada tahap pertama, kami sudah berkomitmen untuk memindahkan pengelolaan anggaran seperti PPPK, kredit ASN, serta membuka cabang operasional Bank Banten untuk pelayanan pajak,” lanjutnya.
A Damenta juga mengajak seluruh pemerintah daerah di Provinsi Banten untuk memperkuat peran Bank Banten, dengan dukungan penuh dari para pemegang saham. “Bank daerah harus kuat, dan itu hanya bisa terwujud jika ada dukungan solid dari seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat Bank Banten, surat edaran dari Menteri Dalam Negeri dan Gubernur Banten menegaskan kewajiban penempatan RKUD di Bank Banten, yang turut didukung oleh proses penguatan kelembagaan dan operasional bank.
Dalam Laporan OJK terbaru, Bank Banten menunjukkan kinerja yang terus membaik, dengan pertumbuhan aset mencapai Rp8,12 triliun pada 30 November 2024, serta peningkatan laba setelah pajak yang mencapai Rp19,47 miliar. Perbaikan rasio Non-Performing Loan (NPL) dan pengelolaan risiko juga turut berkontribusi pada peningkatan kinerja Bank Banten.
“Perkembangan ini akan lebih baik lagi dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, seperti penempatan dana RKUD dan pengelolaan kredit ASN,” ujar Damenta, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan Bank Banten.
Dalam rapat evaluasi, Damenta juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran yang efektif untuk menghindari defisit anggaran. Ia meminta agar pemerintah daerah lebih fokus pada manajemen aset dan pelayanan publik, terutama dalam hal perizinan yang dikelola oleh PTSP.
“Arah kebijakan untuk Tahun Anggaran 2025 akan berfokus pada pengelolaan aset dan pelayanan perizinan. Kami harus memperbaiki ini agar pelayanan publik lebih efisien,” tegas Damenta.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya memperkuat Inspektorat dan integritas APIP di daerah, agar bisa berkomunikasi dengan eksternal seperti BPK dan APH tanpa menimbulkan ketakutan di internal. Damenta berharap agar opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang diraih oleh daerah bisa dipertahankan melalui kinerja yang ideal.
Di akhir rapat, Damenta menekankan pentingnya mencadangkan dana transfer dan belanja operasional yang mengikat untuk memastikan pelayanan masyarakat tidak terganggu, serta mendukung pengentasan kemiskinan melalui transfer dana desa.
“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan Bank Banten, kami optimis perbankan daerah akan semakin kuat dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Banten,” pungkas Damenta. (adpim/red)

