Keerom – Javanewsonline.co.id | Dalam rangka percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mana kabupaten/kota juga diminta berkontribusi, sesuai amanat Presiden RI Joko Widodo, dalam rapat koordinasi belum lama ini, maka Bupati Keerom Piter Gusbager SHut MUP melakukan langkah-langkah untuk mendukung PEN di Kabupaten Keerom.

Orang no 1 di Kabupaten Keerom mengajak kepada para OPD untuk melakukan Rapat terbatas (Ratas) di los-los Pasar Aividjan, Jalan Transpapua, pada Rabu (21/4/21) kemarin.

Saat tiba dilokasi pasar yang telah dibangun sejak kepemimpinan dua bupati sebelumnya, ia segera melakukan inspeksi kebeberapa titik dan gedung di pasar.

Ia melihat secara langsung beberapa los pasar yang sampai saat ini belum digunakan. Juga melihat fasilitas pasar, seperti areal parkir, los jualan sayur dan mengecek fasilitas air dan listrik di pasar tersebut.

Selanjutnya ia duduk disalah satu los dan melakukan rapat dengan beberapa OPD yang ada, diantaranya Sekda Keerom, Daniel Panca Pasanda AP MSi, Asisten II, Kepala BPKAD, Kadis Koperindag, Kadishub, Kadis Perumahan dan Kepala BPBD.

Selain itu, pada kesempatan berikut, Bupati juga menerima kunjungan dari Balai Wilayah Sungai Provinsi Papua ditempat yang sama.

Dalam ratas tersebut, Bupati Keerom mengingatkan jajarannya, agar tidak terjebak dengan rutinitas pekerjaan, sehingga membuat OPD miskin kreasi untuk membuat gebrakan atau lompatan dalam memajukan pembangunan di Keerom, khususnya untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang menjadi amanat Presiden Jokowi dan PMK 17 tentang refocussing anggaran untuk penanganan Covid dan pemulihan ekonomi sebagai dampak covid-19.

“Saat ini, ekonomi nasional sedang mengalami penurunan, termasuk juga ekonomi keerom sebagai dampak covid, juga dampak banjir beberapa waktu lalu. Maka kita tak bisa kerja biasa, kita harus ‘kerja gila,’ berinovasi dan berkreasi untuk bagaimana membangkitkan ekonomi dan mengejar ketertinggalan yang ada,’’ujarnya, dihadapan pimpinan OPD.

Untuk itu, menurutnya mengaktifkan atau revitalisasi pasar dan terminal Aividjan adalah salah satu upaya untuk mengejar ketertinggalan Keerom dari daerah lain, Kota Jayapura misalnya.

“Keunggulan Comparative Keerom adalah sektor pertanian, ini harus kita persiapkan, baik untuk mempersiapkan diri untuk berkontribusi di PON XX, dan para OPD harus memikirkan hal ini, agar di PON ini Keerom bisa berkontribusi,’’tambahnya.

Bupati juga mengemukakan, saat ini roda penggerak ekonomi kabupaten adalah sektor pertanian. “Sayangnya sampai hari ini pertanian kita tak jelas kemana pemasarannya, maka hari ini kalau kita mau bangkitkan pertanian, maka Pasar Aividjan harus kita aktifkan, agar hasil tani kita tak perlu turun, nanti biar pasar hidup, pedagang dari Jayapura yang akan naik ke pasar Aividjan,” ujarnya.

Untuk membantu mengaktifkan pasar, bupati memerintahkan OPD terkait, untuk berkantor di pasar dan terminal Aividjan. Ada 3 OPD yang telah berkantor disana, yaitu Dinas Koperindag, Dinas Perhubungan dan Dinas Perumahan. “Saya juga berharap agar rumah dinas yang ada di pasar ini mulai difungsikan.

Kita utamakan pejabat eselon II dan III yang belum punya rumah, targetnya kita isi bersamaan dengan aktifnya pasar Aividjan, sehingga minimal pegawai yang ada bisa membeli di pasar ini dan seterusnya. Kita harapkan bisa membangkitkan dan mengaktifkan pasar dan perekonomian di Keerom,” pungkasnya. (Panji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.