Jeneponto – Javanewsonline.co.id | Polres Jeneponto melaksanakan qurban sebanyak 30 ekor sapi, pemotongan dilaksanakan dihalaman belakang Mapolres Jeneponto, Selasa (20/7).
Sedangkan 20 ekor sapi lainnya, qurban di enam Polsek, dengan perincian Polsek Binamu 4 ekor, Polsek Tamalatea 4 ekor, Polsek Bangkala 4 ekor, Polsek Arungkkeke 2 ekor, Polsel Kelara 3 ekor dan Polsek Batang 3 ekor.
Penyembelihan hewan qurban diawali dengan hikmah Qurban oleh Ust Ahmad Safri, selanjutnya penyerahan hewan sapi qurban dari Kapolres Jeneponto AKBP Yudha Kesit Dwijayanto kepada Panitia qurban Polres Jeneponto Kabag Ops Polres Jeneponto Kompol H Muh Thamrin, selaku Ketua Panitia Qurban Polres Jeneponto.
“Atas nama Kepolisian Resort Jeneponto, saya serahkan ke panitia untuk disembelih, selanjutnya disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya,” ujar Kapolres.
Lebih lanjut ia mengajak untuk berbagi dengan sesama di hari yang berbahagia ini. “Semoga dapat mempererat hubungan dengan sesama, serta sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Allah Subhana Wa taala,” ucapnya.
Ditempat terpisah, Ketua seksi acara qurban AKP Syahrul mengungkapkan, personil Polres Jeneponto sudah empat tahun berturut-turut berqurban sapi di hari raya Idul Adha.
“Personil melaksanakan qurban bersama atas dasar keikhlasan dengan menyisihkan sebagian pendapatan setiap bulan selama 12 bulan dan wujud untuk meningkatkan iman dan taqwa, dengan harapan semoga bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan membawa berkah bagi personil Polres Jeneponto dan jajarannya,” kata AKP Syahrul.
Ketua Panitia Kompol H Muh Thamrin mengatakan, pelaksanaan qurban kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana dalam pembagian daging qurban tidak menghadirkan masyarakat penerima qurban. “Tetapi kali ini panitia qurban menyembelih hewan qurban, setelah itu panitia yang akan mengantar langsung kerumah masyarakat penerima daging qurban,” ungkapnya.
Menurutnya, hal Ini dilaksanakan, mengingat masih dalam situasi pandemi Covid 19, sehingga pihak panitia qurban memutuskan untuk mengantar langsung kepada masyarakat guna menghindari terjadinya kerumunan yang berpotensi penularan Covid-19. Kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokoler kesehatan. (Ridwan)

