Indramayu – Javanewsonline.co.id | Menyandang predikat sebagai kabupaten penghasil padi terbesar se-Indonesia tahun 2021 merupakan kebanggaan tersendiri.

Namun prestasi ini tidak lantas membuat Bupati Indramayu Nina Agustina beserta jajarannya berbangga diri.
Justru prestasi ini memicu semangat Pemkab Indramayu untuk mempertahankan, bahkan lebih meningkatkan kembali produksi padi di wilayahnya.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sebelum Presiden Joko Widodo menyinggung soal surplus padi nasional. Kabupaten Indramayu, kata Jokowi, menjadi satu-satunya daerah di Indonesia yang telah mampu menghasilkan padi sebanyak 1,3 juta ton di tahun 2021.
“Jadi, kita harapkan tidak turun tetapi naik dari 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta ton, untuk Kabupaten Indramayu” kata Jokowi, saat meresmikan Bendungan Sadawarna di Kabupaten Sumedang beberapa waktu lalu.
Menindaklanjuti harapan Presiden Jokowi, Pemerintah Kabupaten Indramayu terus berupaya meningkatkan produksi padi. Dan hasilnya menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Indramayu hasil produksi tahun 2022 Indramayu menempati posisi kabupaten/kota dengan total produksi padi Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Jawa Barat.
Tercatat produksi padi GKG Kabupaten Indramayu pada tahun 2022 sebanyak 1,499 juta ton. Angka ini jelas menunjukkan peningkatan jika dibandingkan produksi GKG pada tahun 2021 sebesar 1,319 juta ton.
“Ini sebuah prestasi yang membanggakan, jadi kami optimis akan terus mempertahankan predikat lumbung padi nasional. Semua berkat kerja keras petani dan petugas penyuluh lapangan kita serta dukungan semua pihak,” ungkap Bupati Nina Agustina, usai menerima laporan dari Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu Muhammad Iqbal, Rabu (1/5).
Sementara, menurut Plt Kepala DKPP Indramayu Muhammad Iqbal mengatakan, peningkatan produksi padi ini jelas menjawab harapan Presiden Jokowi meskipun belum sepenuhnya. Dirinya menyatakan, pemenuhan harapan Presiden Jokowi agar Kabupaten Indramayu mampu meningkatkan produksi padi dari 1,3 juta ton menjadi 1,8 juta ton tentunya tidak mungkin dicapai dalam waktu singkat.
“Butuh dukungan dari pemerintah pusat dalam hal pembangunan infrastruktur pertanian, saluran irigasi, ketersediaan pupuk dan sebagainya,” ujarnya.
Sementara itu, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan produksi padi Kabupaten Indramayu dengan berbagai cara. Diantaranya melalui program peningkatan musim tanam yang semula 2 kali dalam setahun, diupayakan menjadi 3 kali.
Selain itu, masih lanjut Iqbal, pihaknya tengah menggalakan pemanfaatan pupuk organik untuk mengganti pupuk sintetis. Terbukti dibeberapa lahan Demplot padi dengan penggunaan pupuk organik, hasil panen padinya lebih tinggi dibandingkan menggunakan pupuk sintetis.
“Dengan arahan dan bimbingan dari Bupati Nina Agustina, kami optimis dapat memenuhi harapan Presiden Jokowi,” pungkas Iqbal.(Agus R)

