Donggala – Javanewsonline.co.id | Kader Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kecamatan Sirenja, Jufriadi, S.IP, memberikan pendampingan keluarga melalui penyuluhan di Desa Jono Oge. Dalam pertemuan tersebut, Jufriadi menjelaskan program pencegahan stunting dan 1000 Hari Pertama Kehidupan (Seribu HPK) kepada keluarga binaan di desa tersebut.
Kegiatan ini dianggap sangat berarti dalam pemberdayaan masyarakat pedesaan untuk mengatasi stunting. Selain itu, ini juga merupakan bentuk upaya dan kepedulian terhadap kampung KB berkualitas dalam melakukan sosialisasi pelayanan kesehatan masyarakat pedesaan di wilayah kerjanya untuk percepatan penurunan stunting.
“Penyuluhan sudah kami lakukan di Desa Jono Oge, Kecamatan Sirenja, sejak Juli 2023 oleh kader PKB desa. Penyuluhan dilakukan kepada ibu hamil, pasangan usia subur, ibu yang memiliki anak balita di atas dua tahun, dan lainnya,” ujar Korwil PLKB Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala, Hamna, A.Md. Keb, pada Selasa, 28 November 2023.
Salah satu tugas utama PKB adalah mengatur pola pengasuhan sejak 1000 HPK, sehingga keluarga perlu memiliki pengetahuan tentang pengasuhan yang ideal mulai dari dalam kandungan hingga usia 2 tahun,” tambah Hamna.
Stunting dapat terjadi sejak janin masih dalam kandungan dan dipengaruhi oleh asupan makanan ibu yang kurang bergizi selama kehamilan. Kekurangan gizi ini dapat menghambat pertumbuhan bayi dan berlanjut setelah kelahiran. (Sir)

