Sambas – Javanewsonline.co.id | Pembangunan Puskesmas Sungai Baru di Kecamatan Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, yang dibiayai dengan anggaran miliaran rupiah, telah mencapai progres 45,7% per tanggal 24 Agustus 2024. Proyek ini merupakan salah satu dari lima pembangunan puskesmas di wilayah Kabupaten Sambas untuk Tahun Anggaran 2024.

Proyek ini didanai oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp. 7.469.287.000,-. Pekerjaan yang dimulai pada 7 Juni 2024 dan dijadwalkan selesai dalam 180 hari kalender, kini telah memasuki minggu ke-11. Hingga saat ini, pembangunan telah mencapai tahap pengecoran lantai dan tiang, serta pemasangan bata dinding, dengan kualitas yang dijaga sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB).
Ketua Perkumpulan Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia (PPTKI) Kecamatan Teluk Keramat, Imin, menyampaikan bahwa material yang digunakan dalam proyek ini tidak mengalami kendala, baik material lokal maupun dari Pontianak. “Tenaga kerja yang terlibat dalam proyek ini mayoritas adalah warga lokal dari Desa Sekura, Desa Sungai Baru, dan Desa Berlimang, serta sebagian dari Pontianak. Kami memanfaatkan tenaga kerja lokal hingga 70%,” ujarnya.

Konsultan pengawas, M. Saleh, juga menambahkan bahwa proyek ini masih berada dalam deviasi positif. “Progres saat ini mencapai 45,7%, dan kami menargetkan sebelum 5 September nanti, struktur utama seperti tiang kolom, lantai, dinding, dan rangka atap sudah terpasang sehingga mencapai 50%. Batas akhir kontrak kami adalah 3 Desember 2024,” jelasnya.
Namun, guna menghindari dugaan korupsi dalam pengerjaan proyek besar ini, pengawasan bersama dari berbagai pihak sangat diperlukan. Selain pengawasan internal dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Dinas Kesehatan, pengawasan eksternal dari wartawan, LSM, masyarakat umum, serta Aparat Penegak Hukum (APH) juga penting untuk mendukung program pencegahan korupsi yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Sambas melalui Inspektorat.
Pekerjaan ini diawasi secara ketat dengan adanya konsultan pengawas, mandor, dan petugas Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Bahkan, untuk mengejar target, kadang-kadang pekerja melakukan lembur hingga malam hari jika kondisi cuaca mendukung. (Usman)

