Pinrang — Javabnewsonline.co.id | Minggu pagi yang cerah di Kabupaten Pinrang, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Ir. Ali Jamil, MP, PH.D, berkesempatan berkunjung ke daerah ini. Kedatangan Ir. Ali Jamil bersama Direktur Perluasan dan Perlindungan Lahan, Ir. Baginda Siagian, M.Si, disambut hangat oleh Pj. Bupati Pinrang, H. Ahmadi Akil, SE, MM, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, A. Calo Kerrang, di rumah jabatan Bupati Pinrang.
Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung lokasi program CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) Optimalisasi Lahan Rawa yang dilaksanakan di beberapa wilayah di Kabupaten Pinrang, bekerja sama dengan pihak TNI Angkatan Darat.
Pj. Bupati Ahmadi Akil mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya karena Kementerian Pertanian memilih Kabupaten Pinrang sebagai lokasi pelaksanaan program ini. “Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas perhatian Kementerian Pertanian yang menjadikan Kabupaten Pinrang sebagai salah satu lokasi program CPCL Optimalisasi Lahan Rawa,” ungkap Ahmadi.
Program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat tani di Kabupaten Pinrang. Ahmadi menjelaskan bahwa lahan persawahan yang sebelumnya sering tergenang air saat intensitas hujan tinggi, kini telah mengalami perbaikan signifikan. “Dampak positifnya sangat terasa, produksi pertanian meningkat karena lahan persawahan tidak lagi tergenang air,” tambahnya.
Dalam kunjungan tersebut, Ahmadi juga menyampaikan usulan agar beberapa wilayah lain di Kabupaten Pinrang dapat menjadi tempat pelaksanaan program CPCL Optimalisasi Lahan Rawa pada tahun berikutnya.
Turut mendampingi Pj. Bupati Ahmadi Akil dalam kunjungan ini adalah Kepala Bappelitbangda, A. Fahruddin, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah, Agurhan Madjid, serta beberapa pejabat terkait lainnya.
Kunjungan ini tidak hanya menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian di Kabupaten Pinrang, tetapi juga membuka harapan baru bagi para petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka melalui optimalisasi lahan rawa. (Syass)

