Madiun – Javanewsonline.co.id | Kurang lebih 250 orang buruh pabrik sepatu PT Karya Mitra Budisentosa (KMB) menggelar aksi unjuk rasa di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Madiun, Rabu (9/11).

Sebelumnya, ratusan buruh tersebut, berkumpul didepan pabrik sepatu yang beralamat di Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, ber orasi sambil membawa ragam poster curahan hati sebagian para peserta yang ikut unjuk rasa.
Mereka membuat tulisan yang dibentangkan didepan pabrik serta melakukan yel – yel.
Setelah puas menggelar orasi, para buruh berangkat ke gedung dewan, naik sepeda motor dengan tertib dalam pengawalan ketat oleh anggota Polisi.
Kedatangan para buruh disambut oleh Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, didepan pintu masuk Aula Gedung Dewan.
“Kita kesini menuntut perusahaan untuk membayar upah yang belum dibayar tahun 2021 dan upah bulan September sampai sekarang. Karena perusahaan sekarang sedang proses PKPU,” ungkap Aris Budiono Ketua Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) yang mendampingi para buruh PT KMB.
Selain upah yang belum terbayar, menurut Aris, masih ada 3 tuntutan lagi dari para buruh, diantaranya sisa upah, sisa THR dan BPJS Ketenagakerjaan.
“Ada 4 tuntutan, sisa upah, sisa THR yang belum dibayar, upah yang belum dibayar, serta BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayar,” jelas Aris.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Madiun akan mendampingi para buruh agar mendapatkan hak yang semestinya mereka terima.
“Data-data yang sudah diberikan ke kita, tentunya akan kita kaji dan kita pelajari. Untuk itu kita akan dampingi mereka,” ungkap Bupati Madiun.
Bupati Madiun memastikan, bahwa para buruh akan dapat pengawalan dari Disnaker, agar persoalan para buruh ini cepat terselesaikan secara tuntas.
“Disnaker nanti mengawal ketat perihal permasalahan ini sampai akhirnya permasalahan clear dan tidak ada gejolak lagi, haknya terpenuhi dan tidak membebani juga,” pungkas Bupati. (YW)

