Oleh: NIrwana

Suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di kediaman Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, H. Elman, saat menerima kunjungan Ikatan Keluarga Jurai Besemah (IJUMA). Pertemuan itu menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen menjaga nilai adat dan persatuan keluarga besar Besemah di tengah masyarakat yang majemuk

Siang itu suasana di kediaman Sekretaris Daerah Kota Prabumulih terasa berbeda. Tawa dan sapaan khas Besemah saling bersahutan, menghadirkan kehangatan yang tak sekadar pertemuan formal. Di sanalah H. Elman mengundang keluarga besar Ikatan Keluarga Jurai Besemah (IJUMA) untuk bersilaturahmi.

Pertemuan berlangsung dalam nuansa kekeluargaan. Tak ada sekat jabatan, tak ada jarak protokoler yang kaku. Yang hadir adalah sesama saudara dalam satu ikatan adat dan sejarah: Jurai Besemah.

Bagi Elman, silaturahmi bukan sekadar agenda temu kangen. Ia adalah ruang untuk merawat akar, menguatkan identitas, sekaligus memperteguh persatuan di tengah masyarakat Kota Prabumulih yang majemuk.

“Silaturahmi seperti ini harus terus kita jaga. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, juga menjadi wadah untuk saling bertukar pikiran demi kemajuan bersama,” ujarnya.

Di tengah arus modernisasi, Elman menilai nilai-nilai adat dan budaya Besemah tetap relevan sebagai fondasi moral dan sosial. Semangat gotong royong, rasa hormat kepada sesepuh, serta solidaritas antarsaudara menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan kota.

Ia pun berharap IJUMA terus mengambil peran strategis, tidak hanya dalam menjaga warisan budaya, tetapi juga mendukung program pembangunan daerah serta menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

Dari sisi lain, perwakilan IJUMA, Samiri HS, menyampaikan apresiasi atas undangan dan sambutan hangat tersebut. Baginya, pertemuan itu bukan hanya bentuk perhatian, tetapi juga pengakuan atas eksistensi dan kontribusi keluarga besar Jurai Besemah di Prabumulih.

Ia menuturkan, Besemah dikenal sebagai salah satu suku tua di Sumatera Selatan. Keberadaan berbagai prasasti dan peninggalan megalit beraksara Sanskerta di wilayah Besemah menjadi bagian dari jejak sejarah panjang yang patut dikenalkan kepada publik.

“Sejarah ini penting untuk disampaikan ke muka umum, agar generasi muda memahami akar budayanya,” kata Samiri.

Obrolan pun mengalir santai, dari kisah leluhur hingga harapan masa depan. Hidangan sederhana tersaji, namun makna kebersamaan terasa begitu kaya. Pertemuan ditutup dengan doa bersama untuk kemajuan Kota Prabumulih dan kesejahteraan masyarakatnya.

Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, silaturahmi itu menjadi pengingat: identitas budaya bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat bersama sebagai kekuatan. Dari rumah sederhana itu, semangat Jurai Besemah kembali diteguhkan bahwa persaudaraan adalah fondasi, dan kebersamaan adalah jalan menuju kemajuan.