Oleh: Rijon

Penantian panjang itu akhirnya tuntas di Bumi Sikerei. Setelah melewati dinamika waktu yang cukup lama, kepengurusan KONI Kepulauan Mentawai kini resmi memiliki nakhoda baru. Di hadapan jajaran Forkopimda, para pengurus yang dilantik oleh Ketua KONI Sumbar, H. Hamdanus, memikul beban sekaligus harapan besar: membawa nama Mentawai terbang lebih tinggi, melampaui ombak samudera, menuju podium-podium juara yang telah lama merindukan kehadiran atlet-atlet lokal.

Debur ombak di pesisir Sipora Utara seolah menjadi latar suara bagi sebuah awal baru di Aula Bappeda KM 4, Mentawai. Setelah sekian lama berada dalam masa vakum, denyut nadi olahraga di Kepulauan Mentawai resmi berdetak kembali.

Kamis, 30 April 2026, menjadi catatan sejarah penting. Bupati Kepulauan Mentawai, Dr. Rinto Wardana, hadir langsung menyaksikan pengukuhan pengurus KONI Kepulauan Mentawai periode 2025-2030. Prosesi pelantikan yang dipimpin oleh Ketua KONI Sumatera Barat, H. Hamdanus, ini bukan sekadar seremoni formalitas, melainkan simbol kebangkitan prestasi dari “Bumi Sikerei”.

Pengurus KONI yang baru dikukuhkan foto bersama
dengan para Pimpinan Forkopimda dan Bupati Dr.Rinto Wardana

Semangat yang Sempat Redup

Bupati Rinto Wardana tidak menampik bahwa dunia olahraga di Mentawai sempat kehilangan panggung. Namun, dengan dikukuhkannya kepengurusan baru ini, ia meyakini adanya spirit dan gairah segar.

“Ini adalah momentum penting untuk membangkitkan kembali semangat olahraga kita. Kita sudah cukup lama vakum. Kehadiran KONI sangat strategis untuk mengangkat martabat daerah melalui prestasi olahraga dan seni,” ujar Bupati Rinto di hadapan jajaran Forkopimda dan pengurus yang dilantik.

Bagi Rinto, olahraga bukan sekadar mengejar medali. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang menjadi identitas bangsa: kejujuran dan sportivitas.

Prestasi Tanpa Noda

Di tengah antusiasme tersebut, Bupati memberikan peringatan keras. Baginya, nama baik Mentawai tidak boleh dibeli dengan kecurangan. Ia menegaskan bahwa prestasi harus diraih dengan keringat yang jujur, bukan bantuan zat kimia.

“Saya tegaskan, tidak ada atlet Mentawai yang menggunakan doping. Ingat itu!” tegasnya. Ia mengimbau seluruh atlet dan pengurus untuk menjauhkan diri dari praktik tidak terpuji hanya demi ambisi sesaat.

Komitmen Anggaran di Tengah Dinamika

Menghidupkan kembali organisasi yang sempat vakum tentu membutuhkan bahan bakar yang cukup. Bupati memahami betul bahwa anggaran seringkali menjadi dinamika yang pelik dalam roda organisasi. Namun, ia memastikan Pemerintah Daerah (Pemda) tidak akan tinggal diam.

“Pemda akan membantu maksimal dalam penganggaran, meski kadang kala ada dinamika terkait itu. Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap operasional KONI demi kemajuan olahraga di Mentawai,” tambahnya disambut optimisme para pengurus.

Menanti Taji Atlet Mentawai

Acara yang turut dihadiri oleh Wakil Bupati Jakop Saguruk, SE, Ketua DPRD Ibrani Sababalat, SH, dan Kapolres AKBP Rory Ratno A ini ditutup dengan harapan besar.

Kini, bola panas prestasi berada di tangan pengurus KONI yang baru. Masyarakat Mentawai kini menanti, kapan lagu kebangsaan atau mars daerah akan berkumandang di podium-podium tertinggi melalui bakat-bakat lokal yang selama ini terpendam.

“Selamat atas pengukuhan ini. Kami menunggu prestasimu,” pungkas Rinto menutup sambutannya.