Jember – Javanewsonline.co.id | Memasuki hari kedua setelah Hari Raya Idul Fitri, Pantai Papuma dan Watu Ulo masih ditutup oleh petugas. Penutupan kedua obyek wisata pantai itu mengikuti instruksi Bupati Jember dan ditindaklanjuti dalam surat himbauan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.

Obyek wisata Watu Ulo milik Pemerintah Daerah Kabupaten Jember ditutup sejak tanggal 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Salah satu petugas, Suhariyono mengatakan, kawasan Watu Ulo ditutup untuk umum selama libur Lebaran.

“Watu Ulo ditutup mulai tanggal sebelas sampai tujuh belas, sehingga pengunjung tidak bisa masuk. Tapi bagi masyarakat sekitar yang melakukan aktivitas lain tetap kami ijinkan,” ujarnya, saat ditemui di pos pintu masuk Watu Ulo, Sabtu (15/5).

Menurut Hari, sapaan akrabnya, banyak pengunjung yang kecewa dan putar balik. Kalaupun mereka berhenti hanya sekedar menikmati angin laut dan makan di warung-warung kuliner di luar Watu Ulo yang di kelola masyarakat lokal. Ada beberapa orang di area wisata, ternyata mereka bukan wisatawan.

Pantauan awak media didalam lokasi, ada beberapa pedagang yang terlanjur menggelar barang dagangan. Berhubung pengunjung tidak diijinkan masuk mereka gigit jari, sebab tidak ada yang membeli. Padahal, sebelumnya sudah disosialisasikan bahwa akan ada penutupan kawasan Watu Ulo.

Hal yang sama terjadi di Pantai Papuma. Pintu masuk obyek wisata alam yang terkenal milik Perhutani itu dijaga oleh beberapa petugas internal. Senior Duty Manager Wahana Wisata Papuma, Kuwako mengatakan, penutupan obyek wisata Papuma sesuai instruksi Bupati Jember dan Surat Himbauan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.

“Sesuai surat edaran tadi, isinya adalah untuk menutup semua lokasi wisata yang ada di Jember, mulai tanggal 11 sampai 17 Mei 2021,” katanya.

Senior Duty Manager itu memastikan, tidak ada wisatawan yang naik melewati pos penjagaan yang juga dalam operasional sebagai tempat penjualan tiket masuk. Kalaupun ada, itu adalah nelayan, sebab disana ada lokasi mendaratnya nelayan setelah mencari ikan.

Manajemen Papuma menugaskan kepada 4 pegawai untuk menjaga shift pada siang hari dan 2 orang lagi pada malam hari. Menurut Kuwako, pihaknya sudah mensosialisasikan penutupan sementara itu kepada pada pedagang yang berjualan di area Papuma. “Ya kalaulah ada satu dua orang yang masih buka, itu karena mereka terlanjur kulakan dan masih ada nelayan juga yang beraktivitas disana,” terangnya.

Dari pengamatannya masih ada pengunjung yang datang, tetapi dengan terpaksa disuruh putar balik. Ia berharap pemerintah lebih masif lagi dalam pemberitaan soal penutupan obyek wisata. “Sebaiknya sudah ada info ataupun pos penjagaan di simpang empat Ambulu, sehingga calon wisatawan tidak kecewa,” usul Kuwako. Ketika sudah dibuka untuk umum, mulai tanggal 18 Mei 2021, pihak manajemen Papuma akan menerapkan protokol kesehatan. “Untuk pembukaan nanti kita melakukan prokes yang ketat,” pungkasnya. (Sigit)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.