Gowa – Javanewsonline.co.id | Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) angkatan 2023 menggelar Seminar Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di Kantor Desa Julukanaya, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (2/6/2025). Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan praktis kepada mahasiswa sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai isu-isu kesehatan di tingkat desa.

Kepala Desa Julukanaya, Idham Yakub, S.E., M.M., membuka secara resmi kegiatan tersebut didampingi oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) H. Muh. Ali Syahrir dan Sekretaris Desa Hendra, Amd.Kep. Kegiatan ini melibatkan seluruh pemangku kepentingan desa, termasuk kepala dusun, lembaga kesehatan setempat, dan masyarakat umum.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat di setiap dusun dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan lingkungan, termasuk pengendalian perilaku merokok,” ujar Idham Yakub dalam sambutannya.

Kegiatan PBL ini melibatkan empat dusun di wilayah Desa Julukanaya. Para mahasiswa dibagi ke masing-masing dusun untuk melakukan observasi, pendataan, dan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat. Pendekatan yang digunakan menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Salah satu mahasiswa peserta PBL, Heidir Haris, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini. “Saya sangat bersemangat karena ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mengaplikasikan ilmu yang kami pelajari di kampus ke lapangan secara langsung. Ini sangat bermanfaat bagi pengembangan keterampilan kami sebagai calon tenaga kesehatan masyarakat,” tuturnya.

PBL menjadi bagian penting dari kurikulum Fakultas Kesehatan Masyarakat UMI, yang dirancang untuk melatih mahasiswa memahami realitas sosial dan kesehatan masyarakat secara langsung. Melalui interaksi dengan warga desa, mahasiswa tidak hanya belajar menerapkan teori tetapi juga menggali nilai-nilai kearifan lokal dan strategi komunikasi efektif.

Selain seminar dan diskusi kelompok, mahasiswa juga melakukan kunjungan rumah dan penyuluhan kesehatan secara langsung kepada warga. Isu yang disoroti dalam kegiatan ini antara lain pengendalian rokok, sanitasi lingkungan, dan pola hidup bersih dan sehat.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesadaran dan perilaku hidup sehat masyarakat Desa Julukanaya. (Syaripuddin)