Tidore – Javanewsonline.co.id | Plt Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Zainuddin Umasangaji, mengakui adanya keterbatasan Tenaga Pengajar (Guru) dilingkup sekolah. Sebab, jumlah guru Bimbingan konseling (BK) saat ini terbilang sedikit untuk mengisi kekosongan diberbagai jenjang pendidikan, semisal pada Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SMP).
Minimnya pengajar BK dikatakannya, lantaran belum adanya perguruan tinggi (Universitas) di Provinsi Maluku Utara, yang mengajar pada bimbingan konseling. Setahunya, jurusan tersebut dapat ditempuh saat ini paling terdekat tepatnya di daerah Gorontalo.
Selain mengurai kekurangan guru bimbingan konseling, kendala juga menyertai kecilnya angka tenaga pengajar pendidikan seni dan budaya. Minimnya ketersediaan tenaga pengajar yang disiplin ilmu, tentunya bertumpuh pada pokok permasalahan karena belum dibukanya bidang keilmuan BK di lingkup Maluku Utara.
Disentil soal kedisiplinan guru, karena belum dibukanya bidang keilmuan BK di daerah tersebut, alasan itu pula yang kemudian melemahkan minat putra-putri didaerah itu, untuk mengambil jurusan tersebut, karena harus hijrah ke perguruan tinggi di Gorontalo.
“Jadi kekurangan guru BK dan seni budaya yang merupakan salah satu faktor tidak tersedianya jurusan tersebut pada perguruan tinggi di daerah,” ungkapnya, ketika ditemui awak media Java News di ruang kerjanya, Kamis (26/8). Kendati demikian, Kadis Pendidikan Kota Tidore Zainuddin Umasangaji bersyukur, atas merebaknya kabar, bahwa sudah cukup banyak putra-putri asal Tidore mengambil jurusan Bimbingan Konseling. (Ulis)

