Pelalawan – Javanewsonline.co.id | Salah satu perusahaan perkebunan di bidang perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah pemerintah Kabupaten Pelalawan, khususnya di kecamatan Kerumutan, yakni PT Sari Lembah Subur konflik agraria terhadap lahan masyarakat.
Ratusan masyarakat Kecamatan Kerumutan bersama Gerakan Lawan Mafia Tanah (Gerlamata) menggelar aksi Demo di depan pekarangan Kantor Bupati Pelalawan, dalam rangka melaksanakan Tuntutan Pembebasan 7 orang masyarakat ditahan di Polres Pelalawan dan mendesak Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk membentuk Tim penyelesaian konflik agraria masyarakat dengan Perusahaan Sawit PT Sari Lembah Subur, Senin (14/8).
Dalam aksi demo tersebut, sejumlah masyarakat di perbolehkan untuk dapat masuk ke dalam kantor Bupati Pelalawan yang semuanya menjumpai Bupati Pelalawan H Zukri, yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat dan diwakili Assisten 1.
Kordinator Gerlamata Antoni Fitra saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, dari hasil RDP menurut keterangan mereka sudah melakukan rapat-rapat kecil atau tim-tim kecil dan mempertegasnya melalui Tim Terpadu.
Dengan adanya Tim Terpadu, kita bisa mengontrol bagaimana dan sejauh mana proses penanganan kasus agraria pertanahan antara masyarakat dengan perusahaan.
“Terkait tentang tertangkapnya masyarakat memanen tersebut, kita minta untuk mediasi, karena permasalahannya belum selesai dan tidak ada penangkapan terhadap masyarakat yang memanen,” ujar Antoni.
Ia juga menyampaikan, bahwa sudah ada komunikasi dan melakukan mediasi di Polres, walaupun mereka minta perjanjian.
“Kita lihat dulu perjanjiannya. Kalau nanti diminta untuk 7 orang ini tidak melakukan pemanenan ok, tetapi kalau mereka meminta untuk menghentikan perjuangan ini dan kita tidak mau menghentikannya, karena yang diminta dari masyarakat adalah kepastian hukum terhadap lahan mereka,” tegas Antoni. (Erizal)

