Takalar – Javanewsonline.co.id | Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, terus berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat sebagai wujud komitmennya dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan rakyat. Hal ini terbukti dengan sejumlah proyek yang berhasil ia perjuangkan di wilayah pemilihannya, salah satunya di Kecamatan Kepulauan Tanakeke, Kabupaten Takalar.
Salah seorang warga Kepulauan Tanakeke, Zainuddin, yang akrab dipanggil Brama Kumbara, menjelaskan bahwa Hamka B Kady telah membuktikan komitmennya terhadap masyarakat Kepulauan Tanakeke sebanyak enam kali. Salah satu proyek yang berhasil ia perjuangkan adalah tanggul penahan abrasi dan pembangunan jalan penghubung antar desa, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan anggaran di atas 1 miliar rupiah.
“Pada periode kedua Hamka B Kady, ia telah memberikan bantuan infrastruktur yang signifikan untuk warga Kepulauan Tanakeke, seperti pembuatan jalan penghubung antara Desa Tompotana ke Desa Maccini Baji, jalan penghubung antara Desa Maccini Baji ke Desa Balangdatu, tanggul penahan abrasi, pembuatan jalan penghubung antara Desa Balangdatu ke Desa Rewataya, jalan di Desa Balangdatu, dan tahun ini, insya Allah, akan dimulai pembangunan tanggul penahan abrasi jalan penghubung Desa Tompotana ke Desa Maccini Baji,” kata Brama Kumbara pada Sabtu (27/10/2023).
Namun, Brama juga mengungkapkan dugaan bahwa niat baik Hamka B Kady untuk masyarakat Kepulauan Tanakeke telah dikecewakan oleh seorang oknum yang mengaku sebagai suruhan adik kandung Hamka B Kady, yaitu Lukman B Kady. Oknum ini diduga telah mencoba untuk mengintervensi dinas terkait dengan maksud memaksa orang yang ia tunjuk untuk melaksanakan proyek tanggul penahan abrasi yang merupakan aspirasi kakaknya di Komisi V DPR RI.
“Informasi yang saya peroleh adalah bahwa ada oknum yang mencoba untuk mengintervensi dinas terkait melalui percakapan di aplikasi WhatsApp dengan mencatut atau menyebut bahwa itu adalah perintah dari Pak Hamka B Kady dan Pak Lukman B Kady,” tambah Brama.
Brama juga menegaskan bahwa ia akan mengawasi proses pembangunan tanggul penahan abrasi tersebut hingga selesai sebagai wujud perhatiannya terhadap pembangunan yang terjadi di lingkungannya.
“Insya Allah, kami akan terus memantau proses pelaksanaan pekerjaan ini sampai selesai, sebagai tanda dukungan kami terhadap pembangunan yang ada di kampung kami,” ungkapnya. (Muhammad Rusli/*)

