Di balik kabut pagi Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, ratusan anak sekolah, petani, dan buruh pabrik harus bertaruh keselamatan demi menyeberangi jembatan kayu yang tak lagi simetris. Kini, wajah-wajah letih warga yang menggantungkan asa di atas akses tunggal menuju Kabupaten Tangerang itu berganti riang, menyambut kepastian pembangunan jembatan baru yang mengakhiri penantian panjang mereka selama seperempat abad.

Masyarakat Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, menyambut antusias realisasi pembangunan jembatan penghubung yang digagas Gubernur Banten Andra Soni melalui program Pembangunan Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Pembangunan ini menjawab penantian dan doa warga setempat selama seperempat abad.

Jembatan yang dikenal warga sebagai “Jembatan Piano” tersebut memiliki peran vital karena menjadi satu-satunya akses penghubung utama mobilitas warga antara Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang.

“Setiap hari, ratusan anak sekolah, petani, buruh pabrik, hingga pedagang melintasi jembatan ini. Jembatan lama beralaskan kayu itu sudah lapuk, berlubang, dan sering memakan korban. Kami sangat berterima kasih kepada Gubernur Andra Soni yang merespons cepat aspirasi warga,” ujar tokoh masyarakat Desa Mekarsari, Gulamudin (52 tahun).

Sebutan “Jembatan Piano” muncul karena kondisi balok-balok kayu alas jembatan swadaya seluas 2,5 meter dan panjang 55 meter itu sudah longgar, sehingga menimbulkan suara derak menyerupai tuts piano saat dilintasi kendaraan.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa pembangunan jembatan baru ini ditargetkan rampung dan siap digunakan masyarakat pada November 2026. Struktur jembatan baru akan dirancang lebih kokoh dan memadai dengan lebar 5 meter dan bentangan 60 meter.

“Jembatan baru nanti dibuat dua jalur agar bisa dilintasi dua mobil sekaligus. Ini merupakan komitmen kami melalui program Bang Andra untuk membuka aksesibilitas pendidikan, kesehatan, serta mendongkrak roda perekonomian dan pertanian warga,” tegas Andra Soni.

Melalui perbaikan infrastruktur ini, Pemerintah Provinsi Banten berharap dapat memangkas keterisolasian antarwilayah serta memberikan kepastian keselamatan mobilitas bagi generasi muda dan pelaku usaha lokal. (Adv)