Jember – Javanewsonline.co.id | Tidak seperti anak seusianya dan anak lain pada umumnya. Dua anak pasangan Sayedi (69) dan Maryam (48) warga Dusun Wringinsari, Desa Jatimulyo, Kecamatan Jenggawah, Jember, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, kedua anaknya Rudi (18) dan Rasidi (12), mengalami kelainan sejak lahir.
Menurut dr. Samsul Huda, kedua kakak beradik tersebut tulang kepalanya tidak berkembang dan juga otaknya tidak berkembang sehingga mengganggu fungsi saraf, untuk itu dirinya telah mengambil data keseluruhan dan akan berkonsultasi dengan rekan-rekannya.

Lebih lanjut dr. Samsul mengatakan, kondisi tersebut di karenanakan tulang-tulang kepala menutup lebih awal sehingga perkembangan kepala tidak membesar berakibat pada penekanan otak dan berpengaruh pada pertubuhan dan syaraf.
“Nanti kita akan berkoordinasi dengan rumah sakit bedah saraf yang lebih banyak tau, data – data dan foto yang diambil akan saya diskusikan, serta mengupayakan rujukan ke Rumah Sakit Pemerintah dokter Soebandi,” ucapnya.
Menurut sang ibu, Maryam, anak tertua, Rudi, saat lahir hingga usia 8 tahun pertumbuhannya normal. Tapi pada umur 2 tahun setelah sakit panas dan kejang-kejang, kondisinya berubah menjadi anak seperti saat ini, Ia mengaku anaknya telah di bawa ke RS Bina Sehat dan RS Soebandi Patrang.
“Rasidi sudah sejak lahir mengalami kelainan, meskipun umurnya 11 tahun kondisi tubuhnya seperti bayi tidak bisa berkomunikasi lancar dan wajahnya mirip sang kakak dan mengalami kebutaan,” kata Maryam.
Maryam berharap kesembuhan anaknya, sehat seperti yang lainnya, karena kondisi keluarga tidak mampu anaknya itu tidak pernah mendapat perhatian serius secara medis. (Badri)

