Kediri – Javanewsonline.co.id |Dua anak dilaporkan hanyut di sungai depan Jalan Kapten Tendean, Perumahan Permata Biru atau sekitar RS Gambiran Kota Kediri, pada Sabtu (25/3) malam.

Petugas BPBD Kota Kediri mencari dua anak yang hanyut di Sungai Kaliombo, Kota Kediri, Jawa Timur, Sabtu (25/3) malam. Antara/HO-BPBD Kota Kediri

Dari informasi yang diperoleh, bocah yang dilaporkan hanyut yaitu Muhammad Alvian Sausa Endriano (10) dan Muhammad Rohman Endriano (4 bulan).

Sedangkan, kedua orang tuanya yang selamat adalah Hendri Supriyono (46) dan Sulastri (42). Mereka merupakan warga Desa Sumberagung, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri, aparat kepolisian, dan relawan, tengah melakukan pencarian terhadap dua bocah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, tim sudah langsung bergerak sambil menunggu Basarnas, dengan harapan bisa segera ditemukan.

Ia melanjutkan, banjir juga sudah mulai surut untuk pencarian secepat mungkin, namun hingga kini dua anak itu masih belum ditemukan.

“Kami mengantisipasi jika menuju ke Sungai Brantas, sebab jika ke Sungai Brantas agak sulit ditemukan. Jadi, Sungai Kaliombo ini menuju ke Sungai Brantas nantinya,” ujarnya, Minggu (26/3).

Saat ini kondisi ibu dari anak tersebut sudah sadar dan masih di IGD rumah sakit.

“Ibunya shock dengan kejadian ini, saat ini sudah sadar. Ibunya kan sempat terhanyut juga. Kalau yang bapaknya kondisi juga sadar,” terangnya.

Sebelumnya, Jainal Arifin, salah satu anggota dari BPBD Kota Kediri, mengaku hendak menuju ke lokasi banjir yang ada di Perumahan Betet, Kecamatan Pesantren.

Saat itu, dia diberhentikan oleh 4 warga yang sedang melakukan evakuasi adanya empat orang terjebur ke sungai yang terdiri dua anak laki-laki usianya 10 tahun dan 4 bulan, serta dua dewasa di sekitar RS Gambiran Kota Kediri.

“Kami pun langsung menuju ke lokasi orang yang hanyut di sungai yang dimaksud oleh warga,” kata Jainal.

Menurutnya, peristiwa itu berawal ketika kedua orang tua korban dalam kondisi hujan dan melewati SPBU di Jalan Kapten Tendean, tepatnya di selatan Perumahan Permata Biru. Mereka bertanya kepada orang yang mengatur lalu lintas sukarela atau orang menyeberangkan kendaraan, terkait jalur di tepi jalan. Akan tetapi, mereka terjatuh di tepi sungai, Sulastri berhasil diselamatkan.

“Jadi kemungkinan beliau ini tidak mengetahui kalau di tepi jalan itu adalah sungai,” terang Jainal.

Selanjutnya, Sulastri dibawa ke IGD RSUD Gambiran Kota Kediri. Sedangkan, dari kondisi orang tuanya yang masih panik dan kaget, sehingga pihaknya tidak tega menanyakan secara rinci.

“Kami dan anggota pun memilih untuk fokus melakukan tindakan awal pencarian terhadap korban yang hanyut,” ungkapnya.

Sampai berita ini dibuat, petugas masih menyusuri aliran sungai yang muaranya langsung ke Sungai Brantas itu.

Sebagai informasi, dampak hujan lebat yang mengguyur Kota Kediri pada Sabtu (25/3) malam juga mengakibatkan beberapa ruas jalan tergenang air dan beberapa perumahan di Kecamatan Pesantren ikut terendam air.

Salah satunya di Jalan Kapten Tendean Kota Kediri atau tepatnya di depan Pom Bensin Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren hingga di sekitar perumahan Permata Biru atau RS Gambiran Kota Kediri tergenang banjir, tempat kejadian dimana dua orang anak dilaporkan hanyut.

Banjir juga menggenangi perumahan di BTN Rejomulyo, dari pantauan video warga yang beredar, air setinggi lutut sudah masuk salah satu gang di perumahan tersebut.

“BTN gang 3 juga lumayan dalam. Hujan dari jam 17.15 semakin deras, jam 18.00 seisi rumah sudah penuh dengan air semata kaki, jam 19.30 mulai naik setengah lutut,” ujar salah satu warga.
(JK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.