Gowa (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Parahnya jalan lingkungan yang terletak di Dusun Saptamarga Desa Pannyangkalang Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, dikeluhkan warga sekitar, karena jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui warga saat menuju ke sawah maupun kebun, untuk melakukan aktivitas bercocok tanam dalam mencari nafkah.

Jalan tersebut nampak seperti kubangan kerbau yang digenangi air kotor dan lumpur. Selain itu kendaraan bermotor juga sering melintasinya. Terkadang ada kendaraan yang terpeleset akibat licinnya jalan lingkungan itu.
Salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa ia sudah berkali-kali berkoordinasi dengan Kepala desa beserta seluruh jajarannya, agar jalan yang bertahun-tahun rusak parah tersebut dapat diperbaiki. Sebab, masyarakat tiap hari melewati jalan itu untuk mencari nafkah.
Menurutnya, setiap hari warga melewati jalan berair dan berlumpur, keluhan warga mengenai jalan tersebut belum ada tindaklanjutnya. Padahal, besaran Anggaran Dana Desa Pannyangkalang pertahunnya sangat fantastis jumlahnya. Hingga saat ini, belum ada respon atau perhatian dari pemerintah setempat.
“Pemerintah hanya memberikan janji-janji yang tak pasti, seolah mata dan telinga mereka sudah tertutup, sehingga masih mengabaikan keluhan warga yang seharusnya didengar dan dilihat untuk meningkatkan perekonomiannya,” ucapnya kesal.
Warga juga sudah sering kali menyampaikan keluhannya kepada Pemerintah Desa Pannyangkalang, utamanya kepada Kepala Desa, termasuk Kepala Dusun, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pelaksana Pengelola Keuangan Desa (PPKD), Bendahara Desa, sekaligus Pendamping Desa, tapi entah apa yang menjadi kendala, hingga kini jalan tersebut belum juga diperbaiki.
“Kami berharap kepada pemerintah daerah khususnya bapak Bupati Gowa, agar dapat turun tangan atau memerintahkan dinas terkait untuk turun ke lapangan, melihat kondisi jalan lingkungan Desa Pannyangkalang, khususnya yang terletak di Dusun Saptamarga,” tuturnya.
Ditempat terpisah, Daeng timung sapaan akrabnya mengungkapkan, tahun lalu pada November 2021, perbaikan untuk jalan didaerah itu sudah dirapatkan melalui Musrenbangdes di aula Desa Pannyangkalang, dihadiri oleh seluruh pemerintah Desa Pannyangkalang, Perwakilan Dinas PMD Kabupaten Gowa, termasuk Babinkantibmas, Babinsa dan beberapa tokoh masyarakat Desa Pannyangkalang.
Tapi sampai saat ini belum ada realisasinya, sehingga ada peralihan pekerjaan paving blok yang terletak pada Dusun Pabbundukang Desa Pannyangkalang, padahal jalan lingkungan Dusun Saptamarga sudah sepakat akan dikerjakan, tapi mengapa pelaksanaan pekerjaannya dialihkan ke jalan lingkungan Dusun Pabbundukang, padahal jalan tersebut masih terlihat bagus dan tidak rusak saat dilalui.
Hal itu menjadi pertanyaan warga, ada apa dengan pemerintah Desa Pannyangkalang melakukan peralihan pekerjaan yang sudah ada kesepakatan untuk dikerjakan pada Dusun Saptamarga, dimana kinerja atau fungsi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai pengawas kinerja Pemerintah Desa Pannyangkalang. “Jangan sampai ketua dan anggota BPD tidak berfungsi dengan semestinya,” pungkasnya. (Syarifuddin)

