Takalar — Javanewsonline.co.id | Polemik status lahan SDN 125 Bulukunyi di Dusun Buakanga, Desa Cakura, kembali mencuat dan menjadi perhatian publik. Lahan sekolah yang selama ini digunakan untuk aktivitas pendidikan diduga diklaim oleh seorang warga yang merupakan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintahan Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, berinisial (MY).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan tersebut berdampak terhadap proses pembangunan serta pengusulan bantuan infrastruktur sekolah. Status administrasi lahan yang belum tuntas disebut menjadi kendala utama dalam pemenuhan berbagai persyaratan bantuan.

Kepala UPT SDN 125 Bulukunyi, Suwandi SPd, mengatakan lahan sekolah memang tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Takalar. Namun, hingga kini belum memiliki akta hibah maupun sertifikat resmi.

“Lahan tersebut memang tercatat sebagai aset Pemkab Takalar. Akan tetapi, belum memiliki akta hibah atau sertifikat, sehingga menjadi kendala administratif dalam pengusulan bantuan pembangunan,” ujarnya.

Menurut dia, ketidakjelasan dokumen kepemilikan membuka ruang munculnya klaim sepihak atas lahan yang telah lama difungsikan sebagai fasilitas pendidikan tersebut.

Kondisi ini dinilai memprihatinkan, mengingat bangunan sekolah disebut membutuhkan perhatian dan perbaikan segera. Jika persoalan administrasi tidak segera diselesaikan, dikhawatirkan akan semakin menghambat peningkatan sarana dan prasarana belajar bagi siswa.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Takalar segera turun tangan menuntaskan polemik tersebut, memperjelas status kepemilikan lahan, serta memastikan aset daerah tidak disalahgunakan pihak manapun.

Hingga berita ini diturunkan, MY yang disebut-sebut terkait klaim lahan belum memberikan klarifikasi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dilaporkan telah terbaca, namun belum mendapat tanggapan.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut dugaan keterlibatan oknum ASN yang semestinya menjaga dan melindungi aset negara serta kepentingan publik, khususnya di sektor pendidikan. (Muhammad Rusli Derong)