Karawang – Javanewsonline.co.id | Pemerintah Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, bekerja sama dengan Forum Jurnalis Media Karawang (Fojumika) dan penyedia layanan internet Fibernet Karawang meluncurkan Program Desa Digital. Program ini bertujuan memperkuat infrastruktur teknologi informasi di wilayah pedesaan serta mendukung transformasi digital berbasis komunitas.

Peluncuran program berlangsung di Aula Kantor Desa Sukaharja, Rabu (16/4/2025), dan dihadiri oleh berbagai unsur, mulai dari Kepala Desa Sukaharja, Babinkamtibmas Polri, Babinsa TNI AD, Koramil 0411 Telukjambe, perangkat desa, RT/RW, hingga tokoh masyarakat.
Perwakilan Fibernet Karawang, Rangga Kusumah, menyampaikan bahwa Desa Digital meliputi beberapa layanan unggulan seperti sistem pelayanan desa berbasis digital, pengembangan koperasi digital, dan pembangunan jaringan internet lingkungan (RT/RW Net). Menurutnya, konsep RT/RW Net dinilai mampu menekan biaya pembangunan pusat kendali kamera pengawas (Command Center) di desa.
“RT/RW Net ini menjadi solusi efektif untuk mengurangi biaya pembentukan Command Center CCTV di Desa Sukaharja,” ujar Rangga.
Fibernet Karawang sendiri disebut memiliki keunggulan dalam hal stabilitas layanan, berkat kepemilikan infrastruktur jaringan sendiri yang menjangkau hingga daerah terpencil seperti Kalimantan, Papua, dan Irian Jaya.
Dalam kerja sama ini, Fibernet akan menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi di Desa Sukaharja. Sementara itu, pengelolaan dan distribusi layanan internet akan dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.
“BUMDes sebagai lembaga resmi desa akan menjadi mitra strategis dalam mendistribusikan layanan ini ke masyarakat,” tambah Rangga.
Kepala Desa Sukaharja menyambut baik inisiatif ini dan berharap Desa Digital mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi desa, membuka peluang usaha baru, serta mendorong literasi digital masyarakat.
Program Desa Digital ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Karawang, khususnya dalam membangun kemandirian digital berbasis potensi lokal. (Zaenal)

