Lamongan – Javanewsonline.co.id | Desa Pata’an, yang terletak di kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, menjadi sorotan dengan potensi sebagai destinasi wisata purbakala yang menarik. Kepemimpinan Subakri Cahyo Utomo, Kepala Desa Pata’an, memberikan perhatian khusus pada pengembangan desa wisata purbakala, dengan harapan menghidupkan warisan sejarah dan keindahan alam di wilayah tersebut.
Salah satu fokus utama Kades Pata’an adalah pembangunan infrastruktur desa, namun upayanya tidak hanya sebatas pada itu. Sebuah proyek ambisius tengah dirancang oleh pemuda desa, yakni pembuatan Taman Wisata Airlangga. Rencana ini menjadi semangat baru bagi warga setempat untuk memajukan desa mereka melalui sektor pariwisata.
Dari penelusuran lapangan, terungkap bahwa Desa Pata’an memiliki kedalaman sejarah yang menarik. Menurut seorang tokoh warga yang enggan disebutkan namanya, desa ini diyakini sebagai desa tertua, bermula dari masa pemerintahan Raja Airlangga pada abad ke-10 Masehi. Temuan candi-candi kuno semakin memperkuat klaim tersebut.
Sejarah Desa Pata’an mengisahkan tentang masa-masa kejayaan Raja Airlangga, dan hal ini tercermin melalui kompleks situs candi Patakan yang menjadi peninggalan bersejarah. Desa ini juga dikenal sebagai “desa seribu mata air” karena keberadaan sumber mata air yang melimpah di seluruh wilayahnya, menambah daya tariknya sebagai desa wisata.
Desa Pata’an tak hanya kaya akan peninggalan sejarah, tetapi juga dihiasi oleh keindahan alam yang memukau, berada di kawasan hutan yang menambah pesonanya. Keberagaman agama di antara warganya dijaga dengan baik, menciptakan kerukunan dan menjaga tradisi adat leluhur. Upacara seperti sedekah bumi dan ruwatan desa tetap dijalankan setiap tahun, memperkuat rasa kebersamaan dan warisan budaya yang lestari.
Proyek pengembangan desa wisata purbakala dan Taman Wisata Airlangga di Desa Pata’an menjadi bukti nyata bahwa warisan sejarah dan keindahan alam dapat menjadi magnet pariwisata. Harapan masyarakat setempat untuk mendapatkan bantuan dan dukungan dalam mewujudkan impian mereka semakin mendekati kenyataan. Desa Pata’an siap menyambut wisatawan dengan pesona keindahan alam dan kisah sejarah yang menghanyutkan. (Dvk)

