Barru – Javanewsonline.co.id | Desa Jangan-Jangan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, terus mengembangkan potensi pertanian lokal dengan membudidayakan tanaman nanas. Sejak dimulai pada 2019, luas lahan yang telah ditanami nanas mencapai lebih dari 100 hektar dan tersebar di delapan dusun.

Kepala Desa Jangan-Jangan menyebutkan bahwa desa tersebut masih memiliki lahan cadangan seluas sekitar 550 hektar yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut untuk budidaya nanas. “Kami memulai dari skala kecil, kini sudah lebih dari 100 hektar tersebar di delapan dusun. Ke depan, kami berharap lebih banyak warga dan pemangku wilayah ikut terlibat,” ujarnya, Senin (10/6/2025).

Produk nanas dari Desa Jangan-Jangan telah dipasarkan di sejumlah daerah seperti Kabupaten Barru, Parepare, dan yang terbesar di wilayah Kota Makassar. Bahkan, dalam waktu dekat, nanas dari desa ini direncanakan akan diekspor ke Timur Tengah, khususnya Irak.

“Insya Allah, bulan ini kami akan mulai ekspor ke Irak. Selain itu, sudah ada juga minat dari pengusaha asal Korea Selatan,” kata Kepala Desa.

Program pengembangan nanas ini disebut sebagai bagian dari “Program Kemaslahatan,” yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Ini bukan hanya soal pertanian, tapi soal pemberdayaan. Pendapatan masyarakat meningkat, baik petani kecil maupun pelaku usaha yang lebih besar,” ujarnya.

Ia berharap para kepala desa dan lurah di seluruh Kabupaten Barru dapat melihat peluang serupa dan ikut mengembangkan budidaya nanas di wilayah masing-masing. “Peluangnya sangat bagus. Pasarnya jelas, dan dampaknya nyata bagi ekonomi desa,” katanya.

Program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan kelompok tani lokal, yang melihat pertanian nanas sebagai alternatif unggulan dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan dan ekonomi di wilayah pesisir Sulawesi Selatan. (Nurdin)