Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Sebagai upaya dalam percepatan penanganan stunting di Kabupaten Takalar, Camat Polongbangkeng Selatan (Polsel) H Edi Badang SSos MSi sangat mendukung pemerintah dalam penanganan stunting, Senin (21/8).

Terkait dengan kegiatan aksi perubahan yang dilakukan Camat Polongbangkeng Selatan dalam kegiatan Pelatihan kepemimpinan yang diadakan oleh PPSDM Reg V Makassar belum lama ini, Camat Polongbangkeng Selatan menggagas sebuah tema tentang penanganan stunting, yakni lebih mengoptimalkan kegiatan gerakan orang tua asuh yang dianggap kurang optimal.

Olehnya itu, Camat Polongbangkeng Selatan membuat sebuah tim gerakan orang tua asuh yang berfokus pada sasaran yang menjadi lokus stunting di wilayah Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel).

Ia menerangkan, dengan adanya tim akan lebih mengoptimalkan suatu tindakan rencana yang akan dilaksanakan, terkhusus penanganan stunting, seperti dalam peribahasa, berat sama di pikul ringan sama di jinjing. Kalau kita bersama-sama saling membahu dalam sebuah masalah akan cepat terselesaikan dengan banyak ide dan pikiran.

Camat Polongbangkeng Selatan dalam aksi perubahan yang dilakukan melalui kegiatan pengoptimalan gerakan orang tua asuh mengatakan, dengan terbentuknya suatu gerakan yang berfokus dalam penanganan stunting, yakni gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, baik dari segi nutrisi, mental maupun motorik, yang mengalami keterlambatan pertumbuhan anak.

Melalui gerakan ini lebih difokuskan dan diharapkan dapat menangani terjadinya stunting dengan cara pemberian bantuan, baik berupa makanan tambahan, susu, dan lauk-pauk, semua ini di gagas demi menciptakan suatu generasi yang lebih cemerlang kedepannya bebas dari stunting.

Diungkapkan juga, bahwa yang menjadi orang tua asuh disini terbentuk dari berbagai kalangan, baik dari lingkup Pemerintah, lingkup Pendidikan, lingkup TNI dan Polri, serta lingkup Kesehatan, bekerjasama dengan lingkup PPKBPP&PA dan berbagai dermawan yang ada di lingkup Kecamatan Polsel.

“Pembentukan gerakan ini terbentuk dari kerjasama dan kegotong royongan yang bersifat kekeluargaan dan rasa empati terhadap sesama tanpa ada paksaan dan tekanan, semua dilaksanakan demi satu tujuan tercipta keluarga yang bahagia sehat menuju zero stunting,” tutupnya. (Muhammad Rusli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.