Makassar – Javanewsonline.co.id | Disaksikan gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) dan Direktur Utama PT Semen Tonasa Mufti Arimurti, melakukan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) atau perjanjian kerjasama tentang pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir, di aula Baruga Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (10/11).

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dalam sambutannya mengatakan, kerjasama ini diharapkan saling mengisi antara kedua belah pihak.

Pemkab Pangkep yang memproduksi sampah, sementara PT Semen Tonasa yang akan membangun infrastruktur.

“PT Semen Tonasa akan membangun connecting infrastruktur sektor hilir dan juga melaksanakan Detail Engineering Design (DED), kemudian akan dihibahkan kepada Pemkab Pangkep.

“Kami sharing pendanaan, Pemprov bantu apa? Bantu keuangan untuk Pangkep, intinya kita berkolaborasi dan saling menguntungkan,” katanya.

Direktur Utama PT Semen Tonasa, Mufti Arimurti mengatakan, kerjasama dengan Pemkab Pangkep, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pangkep, untuk pemenuhan bahan baku energi alternatif.

Hal itu dilakukan untuk mendukung penerapan perusahaan berwawasan lingkungan atau mendukung terwujudnya green industry di perusahaan semen terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) ini.

Mufti Murti juga menyampaikan, bahwa sampah rumah tangga di wilayah Kabupaten Pangkep, secara keseluruhan akan di konversi menjadi bahan bakar alternatif.

Bahkan pihaknya masih membutuhkan tambahan kuota sampah secara umum dari wilayah Provinsi Sulawesi.

“Kebutuhan bahan baku sampah untuk industri kita disini dibutuhkan sekira 110 ton per hari, itu diperoleh dari sampah rumah tangga. Kedepan kita upayakan untuk menambah kapasitas menjadi 200 ton yang akan dikonversi,” paparnya.

Sementara itu, GM Komunikasi dan Hukum PT Semen Tonasa, Andi Muh Said Chalik menambahkan, bahwa kegiatan pemanfaatan pengolahan sampah terpadu ini juga melibatkan penggiat lingkungan.

“Untuk ini juga kita akan melibatkan langsung penggiat lingkungan. Harapan kita adalah dengan memaksimalkan pengolahan sampah ini menjadi bahan bakar dan terlibatnya langsung aktivis lingkungan dalam upaya ini, sebagai upaya perusahaan dalam menerapkan industri yang berbasis wawasan lingkungan,” terangnya.

Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) berharap, kerjasama ini segera terealisasi, sehingga menjadi solusi untuk mengatasi persoalan sampah.

“Hadirnya RDF ini juga kita harapkan ada sumber baru PAD, serta dapat membantu perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(Jufri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.