Tasikmalaya – Javanewsonline.co.id | Sebuah panggung yang melibatkan keterampilan, kehormatan, dan warisan budaya Nusantara terbentang di GOR Lapang Dadaha Tasikmalaya pada Jumat, 4 Oktober 2023. Pasanggiri Pencak Silat Sundawani Wirabuana Se-Jawa Barat, acara yang diselenggarakan oleh Sundawani Wirabuana bekerja sama dengan GERNAS PRABOWO GIBRAN, menjadi saksi ketangguhan dan semangat kebersamaan dalam memelihara kekayaan tradisional.

Abah Anton Charliyan, mantan Kapolda Jawa Barat yang kini menjabat sebagai Ketua Koordinator GERNAS PRABOWO GIBRAN dan Ketua Dewan Pembina Sundawani Wirabuana, menjadi sosok sentral dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Abah Anton mengajak seluruh peserta dan penonton untuk menjadikan pencak silat sebagai alat pemersatu di tengah dinamika politik yang sedang berkecamuk.
“Budaya Nusantara, khususnya pencak silat, harus menjadi alat pemersatu di tengah hiruk pikuk konstalasi politik saat ini. Budaya tidak mengenal suku, bangsa, agama, maupun politik. Jangan sampai politik yang mengatasnamakan demokrasi malah mengikis rasa silaturahmi, rasa kekeluargaan, dan sambungan di antara kita semua,” ujar Abah Anton dengan penuh semangat.
Abah Anton juga turut melantik Abah Azis sebagai Ketua DPC Tasikmalaya dalam Pasanggiri tersebut. Kepemimpinan Abah Azis diharapkan dapat terus menggerakkan kegiatan budaya di daerah tersebut.
- Kapolsek Keluang Perkuat Pelayanan Humanis kepada Masyarakat
- ASKAB PSSI Mentawai Gelar Kursus Pelatih Lisensi D
- Disdik Depok Tetap Buka Helpdesk SPMB Saat Libur Tahun Baru Islam
- PUPR Depok Ukur Kedalaman Kali Pesanggrahan
- Media dan Ujian Kredibilitas: Dari Hak Tolak hingga Hak Jawab
Ketua Umum Sundawani Wirabuana, Abah Robby Maulana Zulkarnaen SH, menambahkan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya tak benda Nusantara yang perlu dijaga dan dilestarikan. “Sundawani Wirabuana bertekad untuk memelihara budaya karuhan Sunda dan Nusantara serta bisa berkibar di manca negara,” kata Abah Robby, menegaskan komitmen Sundawani Wirabuana.
Elly, yang mewakili Walikota Tasikmalaya, menyampaikan apresiasi kepada seluruh komunitas budaya, terutama Sundawani dan GNPP Gernas Prabowo Gibran, yang telah berkontribusi dalam melestarikan seni bela diri tradisional ini.
“Terima kasih kepada seluruh jajaran komunitas budaya, khususnya Sundawani dan GNPP Gernas Prabowo Gibran, yang telah melaksanakan Pasanggiri budaya untuk melestarikan pencak silat yang sudah menjadi Warisan Budaya Tak Benda Nusantara di UNESCO,” ungkap Elly dengan rasa hormat.
Pasanggiri Pencak Silat Sundawani Wirabuana Se-Jawa Barat dihadiri oleh berbagai tokoh dan pejabat, termasuk perwakilan Walikota Tasikmalaya, Wakil Ketua DPRD Tasikmalaya, Dandim, Kapolres, Kadispora, Kadisbudpar, Ketua DPC Demokrat H Azis, Abah Ujang Askan Ketua PSP, Ketua Sukapura Ngadaun Nora Rd Dicky Zulkarnaen, Ki Danu Kp Dukuh, Ki Sanca Ketua Gapura, Abah Eyon Ketua GNPP Gernas Ciamis, Ki Jayeng sekretaris GNPP Gernas Tasikmalaya, dan 172 Ketua Paguron Pencak Silat Se-Jawa Barat. Sebuah peristiwa yang tidak hanya meriahkan, tetapi juga menyatu dalam semangat kebersamaan untuk menjaga dan mempromosikan kearifan lokal yang tak ternilai. (*)

