Kuala Kurun Kalteng – Javanewsonline.co.id | Perbaikan Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya, yang menggunakan anggaran dari dana kontribusi urunan PBS, yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas dan sekitarnya, mendapat kritikan dari Tokoh Muda Dayak, yakni salah satu organisasi masyarakat, yang memperjuangkan kepentingan masyarakat luas, terutama pada kaum dayak dapat tersuarakan dan memberikan kenyamanan serta keselamatan bagi masyarakat luas.
Bambang Irawan yang merupakan Ketua umum Fordayak Kalteng mengatakan, perusahaan besar swasta sudah berniat baik memberikan kontribusi jalan, selayaknya pelaksanaan perbaikan jalan dapat terlaksana dengan baik oleh pihak ketiga, yang dipercayakan untuk memperbaiki jalan tersebut.
Bambang mengatakan, berdasarkan info yang diterimanya, Jalan Pematang Limau- Tbg Empas, dikerjakan oleh PT Bawan Permai Group dan Tumbang Empas – Kurun oleh PT Prestasi.
“Perbaikan ini seharusnya dapat terlaksana oleh dua PT Pelaksana perbaikan jalan tersebut. Kenyataannya dilapangan, sampai saat ini masih ada kerusakan yang terjadi, yang bisa membahayakan pengguna jalan. Apabila dengan alasan material, itu tidak masuk akal, sebab di wilayah Kalteng ini kaya akan bahan pasir dan batu,” ungkap Bambang, kepada media, Selasa (22/2/2022).
Bambang menambahkan, bahwa ia mempertanyakan kinerja dari kedua perusahaan kontraktor tersebut, seharusnya perusahaan kontraktor tersebut dapat memberikan kenyamanan dan keamanan transportasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
“Sampai saat ini masih banyak titik-titik yang membuat bahaya untuk keselamatan pengguna jalan, apalagi jalan tersebut juga dilewati oleh truk-truk PBS. Jadi jika kita liat apa sih yang telah dilaksanakan, jangan sampai pekerjaan yang dikerjakan oleh kedua kontraktor tersebut terkesan asal-asalan,” tegas Ketum Fordayak Kalteng.
Di tempat terpisah, Anggota DPRD Gunung Mas, Rayaniatie Djangkan mengkritik kinerja dari perusahaan yang dipihak ketiga kan dalam rangka perbaikan Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya, yang dananya berasal dari kumpulan perusahaan besar Swasta yang beroperasi di wilayah Kabupaten Gunung Mas.
“Kita wajib mempertanyakan kinerja dari pihak kontraktor pelaksana pekerjaan tersebut, sebab sampai saat ini realisasi belum menunjukan hasil. Bila kita hitung dari jumlah PBS yang sudah kontribusi, maka progres pekerjaan bisa lebih bagus lagi. Tapi kenyatannya di lapangan, tidak seperti apa yang di harapkan,” tuturnya. (Suparto)

