Palangka Raya – Javanewsonline.co id | Ratusan masa yang tergabung dalam Organisasi Masyarakat (Oramas) Kalteng Bersatu mengelar aksi damai menolak keberadaan Ormas Tariu Borneo Bangkule Rajakng (TBBR), Jumat (26/11/2021).
Aksi demo penolakan TBBR oleh Kalteng Bersatu tersebut bertempat di Bundaran Besar Kota Palangka Raya, dikoordinasi oleh Ketua Fordayak Kalteng, Bambang Irawan.
“Aksi damai ini merupakan bentuk keprihatinan kita semua tentang keberadaan TBBR. Mengapa prihatin, karena selama TBBR ada di Kalteng banyak hal-hal bertentangan dengan adat budaya lokal kita Dayak Kalteng,” ujar Bambang.
Dalam orasinya, Bambang mengatakan selama Ormas TBBR hadir di Kalteng tidak pernah melaporkan diri ke Pemerintah Daerah dan juga tokoh adat Dayak Kalteng.TBBR juga dianggap belum resmi terdaftar di Kesbangpol Provinsi Kalteng dan tidak menganggap lembaga adat dan ormas adat Dayak di Bumi Tambun Bungai.
Kedepan, pihaknya akan lebih mengoptimalkan pembinaan kepada seluruh ormas yang ada di Kalteng. Dengan harapan kedepan tidak ada lagi konflik yang terjadi antar ormas di Kalteng.
Sedikitnya 450 personel Kepolisian diterjunkan untuk mengawal jalannya aksi damai penolakan Ormas TBBR di wilayah Kalteng oleh massa yang mengatasnamakan Masyarakat Adat Kalteng, Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Sandi Alfadien Mustofa mengatakan, 450 personel tersebut merupakan gabungan dari Satbrimob Polda Kalteng, Ditsamapta dan dari TNI.
Usai melakukan aksi damai di Bundaran Besar, ratusan masyarakat dayak Kalteng tersebut melanjutkan aksi damai di Betang Hapakat, Jalan RTA Milono km 3,5 Kelurahan Langkai, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. (sp)

