Makassar – Javanewsonline.co.id | Menindaklanjuti informasi dari warga adanya aktifitas balap liar yang dilakukan oleh sekelompok pemuda di ruas Jalan Sultan Alauddin,Gunung Sari, Kota Makassar, yang meresahkan pengguna jalan dan masyarakat sekitar, tim Polsek Rappocini yang tergabung dalam Tim Balap Liar, melakukan pengamanan dan pembubaran terhadap pemuda yang melakukan aksi balap liar, jum’at (01/10) dini hari
Tim Balap Liar Polsek Rappocini yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Ahmad Hajar, berhasil mengamankan 7 unit sepeda motor dan 17 orang terduga pelaku balap liar, yang disinyalir sering melakukan aksi balap liar di beberapa ruas jalan utama wialah hukum Polsek Rappocini.

Kapolsek Rappocini Kompol S.Syamsuddin menyampaikan, tim balap liar yang dibentuk bertujuan dalam rangka menjaga keamanan berlalu lintas, aksi balap liar ini acap kali terlihat di sekitaran jalan Sultan Alauddin dan Jalan A.P Pettarani. Usai ditangkap, 17 pemuda tersebut diserahkan ke Satlantas Polrestabes Makassar untuk dimintai keterangan.
“Kami gencar melakukan razia kendaraan dengan membentuk Tim Balap Liar dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan dan ketertiban berlalu lintas,” ungkap Kapolsek.
Lebih lanjut Kompol S. Syamsuddin mengatakn, mereka akan diproses sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, selanjutnya akan kita bawa ke Sat Lantas Polrestabes Makassar untuk dilakukan tilang sekaligus dilakukan cek fisik mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya.

“Sanksi berupa tilang sekaligus mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya” ungkap Kapolsek Rappocini.
Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya permintaan beberapa orang tua pelaku balapan liar agar anaknya dilakukan pembinaan sepiritual, untuk itu pihak kepolisian memfasilitasi kegiatan tersebut bekerjasama dengan tokoh agama yang dikoordinir langsung oleh anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Umar Zulkarnain.
“Pasca selesai proses pemeriksaan dipolsek semuanya akan melakukan kegiatan spritual agama selama 3 hari di mesjid dengan mengajarkan tata cara sholat berjamaah, zikir, membaca al’quran, dakwah dan kegiatan akhlak yang baik,” ungkapnya
Masih menurut Kapolsek, pembinaan keagamaan bagi generasi muda sangat diperlukan dan harus terus berkesinambungan, sebab generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet dari generasi tua, maka baik dan tidaknya bangsa ini sangat ditentukan oleh generasi muda penerus tongkat estafet itu sendiri
“Mereka diberikan bimbingan agar mereka mempunyai moral dan budi pekerti yang luhur dengan segala perbuatan berpedoman pada ajaran agama,” ujarnya (Mir)

