Tangerang Selatan — Javanewsonline.co.id | Semangat emansipasi dan nilai-nilai perjuangan RA Kartini terpancar kuat di kawasan BSD City melalui langkah-langkah percaya diri puluhan tunas bangsa. Bukan sekadar panggung kecantikan, ajang Little Kartini Fashion Contest 2026 yang digelar di Sapphire Sky Hotel, Tangerang Selatan, Ahad (3/5/2026), menjadi ruang bagi anak-anak untuk membangun talenta dan karakter sejak dini.

Sebanyak 78 peserta anak-anak yang terbagi dalam dua kategori usia (4–6 tahun dan 7–10 tahun) tampak antusias menampilkan kreasi busana terbaik mereka. General Manager Sapphire Sky Hotel, Yohanes Parwoto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini mengedepankan semangat sportivitas dan ide-ide brilian dari para peserta dalam menyongsong masa depan.

“Harapan kami, adik-adik peserta lomba menampilkan talenta yang berguna untuk masa depannya. Karena temanya ‘Pesona Kartini’, ini sangat relevan dengan pemikiran dan perjuangan beliau sebagai pahlawan emansipasi,” ujar Yohanes kepada Redaksi.

Ajang yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 14.30 WIB ini menarik minat besar dari masyarakat Banten hingga Jakarta. Panitia mencatat, awalnya target peserta hanya berkisar 60–70 orang, namun menjelang hari pelaksanaan, jumlah pendaftar melonjak hingga 80 orang meskipun dua di antaranya berhalangan hadir karena sakit.

Keseriusan penyelenggara juga terlihat dari jajaran dewan juri yang dihadirkan untuk memberikan penilaian objektif, di antaranya:

  • Azzahra Fhadilla (Putri Anak Indonesia 2025 asal Banten).
  • Muhammad Farhan (Peserta kontes duta pariwisata dan kebudayaan bergengsi di Banten).
  • Regina Nastalia (Peserta kontes duta pariwisata dan kebudayaan bergengsi di Banten).

Yohanes menambahkan bahwa ini merupakan kali keenam Sapphire Sky menyelenggarakan ajang serupa. “Setiap kali ada event seperti ini, kami yakin bisa membantu promosi pariwisata. Semangatnya bukan sekadar menang, tapi sportivitas membangun talenta,” tambahnya.

Dukungan penuh orang tua menjadi kunci kesuksesan para peserta. Salah satu orang tua, Vera, mengaku mendapatkan informasi acara ini melalui Instagram. Ia mendaftarkan putranya, Christoff Aiden Nicholas, pada kategori A (4–6 tahun) dengan mengenakan pakaian adat Dayak, Kalimantan Tengah.

Menariknya, Vera tidak hanya menyewa kostum, tetapi juga berkreasi membuat aksesoris sendiri. “Karena saya masih keturunan Kalimantan Tengah, saya pilih baju khas Dayak. Untuk aksesoris seperti tameng dan pisau (mandau), saya bikin sendiri dari bahan kardus yang dicat dan diberi motif gambar,” tutur Vera.

Vera merasa terdorong ikut serta karena melihat konsistensi Sapphire Sky dalam mengusung tema-tema nasionalisme yang berbeda setiap musimnya. Rencananya, pada bulan Agustus mendatang, pihak hotel juga akan kembali menggelar kontes dengan tema Hari Kemerdekaan.

Melalui panggung Little Kartini 2026, pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: bahwa warisan Kartini tidak hanya soal kebaya, melainkan keberanian generasi muda untuk tampil percaya diri dan berkarakter kuat demi masa depan. (Liu)