Takalar- Javanewsonlline.co.id | Kondisi bangunan SDN Inpres 125 Bulukunyi yang terletak di Dusun Buakanga, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, kini sangat memprihatinkan.

Sekolah yang berdiri sejak 1975 itu mengalami kerusakan parah dan dinilai sudah tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar.
Pantauan di lokasi menunjukkan struktur bangunan yang telah lapuk dimakan usia. Sejumlah kayu penyangga tampak rapuh, sementara plafon di beberapa ruang kelas telah runtuh dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
Kepala SDN 125 Bulukunyi, Suwandi, S.Pd., kepada media Javanewsonlline.co.id, Selasa (24/2/2026), mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.
“Seluruh bangunan gedung kelas sekolah ini sudah rusak parah. Kayunya banyak yang lapuk dan plafon sudah runtuh. Ini sangat membahayakan siswa maupun guru dalam proses belajar mengajar,” ujarnya dengan nada cemas.

Ia menambahkan, pihak sekolah telah berulang kali mengusulkan pembangunan baru maupun rehabilitasi gedung, namun hingga kini belum pernah terealisasi. Salah satu kendala utama adalah persoalan status lahan sekolah.
Menurutnya, lahan sekolah tersebut telah dicaplok oleh warga setempat sehingga menjadi penghambat dalam pengusulan bantuan pembangunan dari dinas terkait.
“Lahan ini memang terdaftar sebagai aset daerah, tetapi belum bersertifikat. Karena ada persoalan lahan, pengajuan bantuan perbaikan selalu terkendala,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Takalar, Darul Aqsa Rahmat, membenarkan bahwa lahan SDN 125 Bulukunyi tercatat sebagai aset daerah sejak tahun 1977.
“Benar, lahan SDN 125 Bulukunyi yang berlokasi di Desa Cakura berstatus terdaftar sebagai aset daerah sejak 1977,” singkatnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Kondisi ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Takalar maupun pemerintah pusat. Mengingat pendidikan merupakan hak dasar anak bangsa, sudah selayaknya para siswa di SDN 125 Bulukunyi dapat belajar dengan aman dan nyaman, tanpa dihantui rasa takut akibat bangunan yang nyaris ambruk. (Muhammad Rusli Derong)

