Karimun – Javanewsonline.co.id | Sebanyak 38 peserta mengikuti pelatihan scaffolding (perancah) dan 20 peserta mengikuti pelatihan pipe fitter yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Kegiatan ini dibuka secara resmi di Hotel 21 Coastal Area, Kecamatan Karimun, Senin (10/11/2025), dan merupakan bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja daerah.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Kepala Disnaker Kabupaten Karimun Ruffindy Alamsjah, Staf Ahli Bupati Karimun, Ketua DPRD Karimun Raja Rafiza, perwakilan Komisi I DPRD Karimun Suryadi, para camat se-Kabupaten Karimun, perwakilan UPT Disnaker Provinsi Kepri, pimpinan lembaga pelatihan kerja (LPK), serta para peserta dari 14 kecamatan di Karimun.
Dalam sambutannya, Ruffindy Alamsjah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut, mulai dari tahap perekrutan hingga pelaksanaan. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai upaya pemerintah daerah untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, bersertifikat, dan siap bersaing di dunia industri, khususnya sektor konstruksi dan migas.

“Selamat datang kepada para peserta pelatihan pipe fitter dan scaffolding tahun 2025. Terima kasih kepada panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan ini. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal bagi peserta untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan terpakai,” ujar Ruffindy dalam sambutannya.
Tingkatkan Kompetensi dan Keselamatan Kerja
Menurut Ruffindy, pelatihan dan sertifikasi scaffolding dari Kementerian Ketenagakerjaan RI bertujuan agar para pekerja memahami prosedur pemasangan, perawatan, serta pembongkaran alat perancah secara aman dan sesuai standar keselamatan kerja (K3). Dengan kemampuan tersebut, peserta diharapkan mampu meminimalkan risiko kecelakaan di tempat kerja, baik bagi diri sendiri maupun rekan kerja.
Sementara untuk pelatihan pipe fitter, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai standar pekerjaan pipa di industri migas, termasuk penerapan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Peserta juga dilatih untuk mampu mengevaluasi hasil kerja agar sesuai dengan standar mutu industri.
“Pelatihan ini bukan sekadar teori, tetapi juga praktik lapangan agar peserta betul-betul memahami standar keselamatan dan mutu pekerjaan di dunia industri,” ujar Ruffindy.
Diselenggarakan Melalui Dana Alokasi Umum
Sementara itu, Kabid Pelatihan dan Produktivitas Disnaker Karimun, Arman Alamsyah, menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini didanai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025. Program pelatihan scaffolding dilaksanakan bekerja sama dengan LPK PT Kiat Global Batam Sukses (Offshore Technology Institute), sedangkan pelatihan pipe fitter bekerja sama dengan LPK Catur Laskar Mulia.
Proses seleksi peserta dilakukan melalui tahapan administrasi yang ketat. Syarat utama bagi peserta ialah berpendidikan minimal SLTA atau sederajat, berusia antara 18 hingga 35 tahun, ber-KTP Karimun, serta tidak sedang bekerja. Dari hasil seleksi, terpilih 58 peserta yang dinilai memenuhi kriteria untuk mengikuti pelatihan selama lima hari penuh.
“Peserta berasal dari 14 kecamatan di Kabupaten Karimun. Kami berharap mereka dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar siap bersaing di dunia kerja setelah lulus,” jelas Arman.
Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Arman menambahkan, pelatihan ini juga diharapkan mampu mendukung program pemerintah daerah dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, terutama di sektor industri galangan kapal, konstruksi, dan perminyakan yang berkembang pesat di wilayah Karimun dan sekitarnya.
“Setelah pelatihan ini, peserta akan mendapatkan sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional. Dengan sertifikasi tersebut, mereka memiliki peluang lebih besar untuk terserap di dunia kerja, baik di dalam maupun luar daerah,” ujarnya. Pemerintah Kabupaten Karimun berkomitmen terus menggelar program pelatihan berbasis kompetensi secara berkelanjutan agar tenaga kerja lokal semakin siap menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. “Pelatihan ini adalah langkah konkret untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Karimun yang profesional dan kompeten,” tutup Ruffindy. (HN)

