Serang – Javanewsonline.co.id | | Pemerintah Provinsi Banten mengajak Pemerintah Kabupaten Serang untuk mendukung keberlangsungan dan penguatan Bank Banten sebagai bank milik daerah. Ajakan itu disampaikan Asisten Daerah (Asda) Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten, E.A. Deni Hermawan, saat penandatanganan kerja sama antara Pemkab Serang dengan PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk di Pendopo Bupati Serang, Senin, 15 September 2025.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Bank Banten Muhammad Busthami dan Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Ruang lingkup kesepakatan meliputi layanan perbankan untuk pembayaran gaji dan tunjangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemkab Serang tahun 2024, yang jumlahnya mencapai 486 orang.
Deni menjelaskan, kerja sama ini bukan sekadar urusan teknis pengelolaan gaji pegawai, melainkan bagian dari upaya memperkuat fungsi intermediasi Bank Banten. Dengan peran itu, Bank Banten diharapkan bisa menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, mendukung pembangunan ekonomi daerah, serta menjadi instrumen fiskal bagi pemerintah daerah.
“Bank Banten perlu didorong agar menghadirkan berbagai produk dan layanan yang mendukung kemajuan UMKM, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, serta membuka lebih banyak peluang pembiayaan produktif,” ujar Deni. Ia menegaskan, semakin sehat Bank Banten, semakin besar pula kontribusinya bagi pembangunan kabupaten/kota di seluruh Banten.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyambut positif kesempatan tersebut. Menurutnya, sinergi dengan Pemkab Serang akan memperluas basis nasabah sekaligus memperkuat posisi Bank Banten di daerah. “Kami bahagia dapat ikut berkontribusi membangun Kabupaten Serang, khususnya dalam transaksi bisnis dan layanan perbankan,” kata dia.
Busthami juga memaparkan capaian kinerja Bank Banten dalam tiga tahun terakhir yang dinilainya terus menunjukkan tren positif. Pada 2023, Bank Banten membukukan laba Rp 26,9 miliar. Angka itu meningkat menjadi Rp 39,3 miliar pada 2024. Menurutnya, kenaikan ini menandakan kepercayaan masyarakat terhadap Bank Banten mulai pulih setelah sempat mengalami masa-masa sulit.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, menilai kerja sama ini menjadi langkah awal sinergi antara Pemkab Serang dan Bank Banten. “Kami berharap kerja sama ini bisa memberikan dampak positif, terutama bagi pegawai di lingkungan Pemkab,” ujarnya. Ia menegaskan, dukungan Pemkab Serang terhadap Bank Banten akan terus berlanjut.
Ratu bahkan menyebut Pemkab siap memindahkan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten secara bertahap. “Insya Allah ke depan kita juga akan memindahkan RKUD. Mohon doanya,” kata dia.
Bagi Pemprov Banten, langkah Pemkab Serang ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain untuk turut memperkuat Bank Banten. Sebab, sejak didirikan pada 2016, bank tersebut menghadapi tantangan besar, mulai dari persoalan modal, kepercayaan publik, hingga kebutuhan ekspansi layanan.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Bank Banten ditargetkan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi sekaligus simbol kemandirian fiskal Banten. (Biro Adpim Proov Banten / Eman)

