Serang – Javanewsonline.co.id | Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) dan Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Banten menggelar tahlil dan doa bersama untuk kedamaian serta keselamatan bangsa di Gedung PWNU Banten, Panancangan, Kota Serang, Senin (8/9/2025).

Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual sekaligus kepedulian pelajar NU terhadap situasi kebangsaan yang belakangan diwarnai demonstrasi dan tindakan represif aparat hingga memakan korban jiwa. Acara tersebut juga merupakan tindak lanjut atas Instruksi PP IPNU Nomor: 256/PP/SI/XX/7354/VIII/25 dan seruan Rais Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar, yang mengimbau warga NU agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi.

Ketua PWNU Banten, K.H. Hafis Gunawan atau Abi Hafis, menekankan pentingnya sikap taat kepada pimpinan NU dalam menyikapi fenomena kebangsaan. “Rais Aam PBNU telah menyuarakan sikap bijak dan kedamaian. IPNU dan IPPNU Banten sudah mencontohkannya dengan mengedepankan doa, bukan amarah,” ujarnya.

Ketua PW IPPNU Banten, Rekanita Hj. Su’aibatul Islamiyah atau Rekanita Mia, mengajak seluruh kader menjadikan doa sebagai kekuatan utama. “Mari bersama menjaga keutuhan negara. Mohonlah doa dengan penuh khusyu’ dan tawadhu’ atas segala hal yang kita hadapi saat ini,” katanya.

Sementara Ketua PW IPNU Banten, Rekan Muhamad Riziq Shihab atau Rekan Riziq, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Fenomena hari ini mengajarkan kita bahwa pelajar NU tidak boleh hanya ikut arus. Doa bersama dan tahlil ini wujud kepedulian untuk menjaga keselamatan bangsa,” tuturnya.

Acara berlangsung khidmat diikuti kader Pelajar NU se-Banten dan jajaran Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU. Selain doa dan tahlil, kegiatan juga diisi diskusi ringan mengenai kondisi sosial-politik terkini, dengan harapan generasi muda NU terus tampil sebagai penopang kedamaian dan persatuan bangsa.

PW IPNU dan PW IPPNU Banten menegaskan komitmennya menjaga kondusifitas, memperkuat ukhuwah, dan mendoakan keselamatan Indonesia, sejalan dengan seruan PBNU. (*)