Kota Kediri – Javanewsonline.co.id | Upaya menjaga keberlanjutan sumber daya air terus digencarkan Pemerintah Kota Kediri. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), program normalisasi Sumber Mata Air Cakarsi di Kelurahan Tosaren resmi dijalankan sebagai bagian dari langkah strategis pemulihan ekosistem dan peningkatan pelayanan air bersih bagi warga.

Kegiatan yang mulai dikerjakan sejak Rabu (13/8/2025) ini menargetkan penyelesaian dalam waktu 11 hari kerja. Proses pengerjaan melibatkan penggunaan excavator untuk mengangkat sedimen yang selama bertahun-tahun mengendap di dasar mata air. Pendangkalan yang terjadi secara alami tersebut diketahui telah mengurangi debit air sekaligus menghambat kapasitas tampung.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kota Kediri, Meri Oktavia Sulaiman, menyebut normalisasi ini merupakan salah satu program prioritas tahun 2025. “Penumpukan sedimen dalam jangka panjang dapat mengganggu pasokan air dan menurunkan kualitas ekosistem di sekitarnya. Dengan pengerukan ini, kami berupaya mengembalikan fungsi mata air agar kembali optimal,” ujarnya, Sabtu (6/8).

(Dok PUPR)
Material sedimen yang berhasil dikeruk tidak akan terbuang percuma. Dinas PUPR berencana memanfaatkannya untuk keperluan lain yang mendukung pembangunan lingkungan. Dengan demikian, program ini tidak hanya membersihkan sumber air, tetapi juga memberi nilai tambah bagi masyarakat.
Selain itu, langkah ini menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah kota dalam menjaga ketahanan sumber daya air, khususnya menghadapi musim kemarau. Dengan kapasitas tampung yang lebih besar, suplai air bersih bagi warga sekitar dapat terjaga, sementara ekosistem sumber mata air kembali pulih.
Target penyelesaian proyek ini ditetapkan pada Sabtu, 23 Agustus 2025. “Kami memastikan pekerjaan ini berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dapat dirasakan masyarakat. Mata air adalah aset vital yang perlu dirawat secara berkelanjutan,” kata Meri.
Melalui program ini, Dinas PUPR Kota Kediri menegaskan dukungannya terhadap visi pembangunan berkelanjutan dengan mengedepankan aspek lingkungan dan kesejahteraan warga. Normalisasi Sumber Cakarsi diharapkan menjadi contoh penataan sumber daya air yang efektif sekaligus responsif terhadap tantangan lingkungan ke depan. (Jk/Adv)
