KAYUAGUNG — Javanewsonline.co.id | Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Muchendi Mahzareki menyampaikan pidato politik perdananya di hadapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten OKI, Selasa, 4 Maret 2025. Di ruang sidang paripurna yang dipenuhi sorot kamera dan catatan para legislator, Muchendi meluncurkan semangat baru: gaspol membangun OKI, dengan menekankan pentingnya persatuan dan kebersamaan sebagai fondasi utama pemerintahan lima tahun ke depan.

“Pembangunan tidak bisa dijalankan sendirian. Tidak selesai oleh Muchendi dan Supri saja. Kita butuh kolaborasi,” ujar Muchendi, menyebut nama pasangannya, Wakil Bupati Supriyanto. Dalam pidato berdurasi lebih dari satu jam itu, ia mengurai visi besar kepemimpinannya yang terangkum dalam semboyan OKI Maju Bersama.
Menurutnya, “maju” bukan hanya indikator pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga mencakup aspek non-fisik seperti kualitas hidup masyarakat, keadilan sosial, dan daya saing. “Masyarakat yang maju adalah mereka yang terpenuhi kebutuhan dasarnya baik lahir maupun batin—secara merata dan terjangkau,” kata dia.
Sementara itu, kata “bersama” dalam visinya dimaknai sebagai keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan. Mulai dari tokoh masyarakat, tokoh adat, akademisi, petani, nelayan, hingga kaum disabilitas harus diikutsertakan sebagai subjek pembangunan.
Kepemimpinan Muchendi-Supri di OKI membawa tujuh misi strategis sebagai penuntun arah kebijakan. Pertama, menjadikan OKI sebagai lumbung pangan nasional. Kedua, mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Ketiga, pemerataan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan.
Keempat, memperkuat sektor industri mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi kreatif yang berbasis digital. Kelima, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang cepat, transparan, dan akuntabel. Keenam, kehidupan beragama yang harmonis dan inklusif. Ketujuh, pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal.
Muchendi juga memperkenalkan tujuh program quick win sebagai langkah awal untuk menunjukkan akselerasi kinerja pemerintahan. Program-program tersebut meliputi peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan, penyediaan infrastruktur dasar, pemenuhan pangan, air dan energi di pedesaan, reformasi birokrasi, penurunan angka kemiskinan, penguatan kesetaraan gender serta perlindungan hak perempuan, hingga implementasi tata ruang wilayah berkelanjutan.
“Kami tidak ingin sekadar janji. Program ini akan dijalankan secara terukur dan melibatkan masyarakat dalam setiap prosesnya,” tegas Muchendi.
Rapat paripurna DPRD yang dipimpin Ketua DPRD OKI ini berlangsung dengan suasana penuh harapan, sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru pemerintahan di Kabupaten OKI. Sejumlah fraksi menyampaikan apresiasi atas arah visi dan misi bupati yang dinilai berpihak pada masyarakat akar rumput.
Kini, tinggal menunggu bagaimana Muchendi-Supri mengkonversi pidato menjadi aksi, dan harapan menjadi realitas. Sebab, seperti yang ia sendiri tekankan dalam pidatonya, “Tanpa kebersamaan, pembangunan hanya menjadi deretan angka. Tapi dengan persatuan, angka itu menjadi perubahan.” (Irwan)

