SMAN 1 Ciruas kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih medali emas di Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024. Tim riset yang terdiri dari Zahra Awliya R dan Jihan Alfiani berhasil mengangkat batik Banten sebagai kearifan lokal yang dipadukan dengan inovasi teknologi
Jakarta – Javanewsonline.co.id | Dua siswi SMAN 1 Ciruas, Zahra Awliya R dan Jihan Alfiani, berhasil meraih medali emas di ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2024 Tingkat Nasional, yang digelar pada 8 November 2024 di Jakarta. Dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia, Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan ini, tim riset SMAN 1 Ciruas menampilkan penelitian ilmiah dalam kategori Ilmu Sosial dan Humaniora (ISH), yang mengangkat tema Batik Banten sebagai kearifan lokal yang perlu dilestarikan melalui inovasi teknologi.
Keberhasilan ini bukan hanya membanggakan bagi sekolah, tetapi juga bagi Provinsi Banten. Tim SMAN 1 Ciruas mendapatkan bimbingan intensif dari guru pembimbing, Nuhiyah, M.Pd., yang menjadi pendorong utama dalam pencapaian ini. Kepala SMAN 1 Ciruas, Drs. Suparman, M.M., mengungkapkan rasa bangga atas prestasi tersebut. “Semangat dan kerja keras siswa serta dukungan penuh dari seluruh civitas akademika membawa hasil luar biasa. Ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Banten mampu berinovasi dan berprestasi di tingkat nasional,” ujarnya.
Lebih dari sekadar kemenangan, penelitian ini juga menunjukkan komitmen SMAN 1 Ciruas untuk mencetak generasi yang unggul di bidang sains, teknologi, dan pelestarian budaya. Dengan harapan agar pencapaian ini dapat menginspirasi siswa lain untuk terus berkarya, Suparman menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari kolaborasi semua pihak di sekolah, yang mendukung penuh setiap langkah tim OPSI.
Dengan prestasi ini, SMAN 1 Ciruas kembali membuktikan bahwa anak-anak muda Indonesia, khususnya dari Banten, memiliki potensi luar biasa dalam penelitian ilmiah yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa. Zahra dan Jihan, melalui penelitiannya, telah membuka jalan bagi inovasi yang melestarikan budaya lokal di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (ADV)

