Magetan- javanewsonline.co.id | 19 Oktober 2024 Dalam rangka memperingati hari jadi ke-349 Kabupaten Magetan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan menggelar tradisi Napak Tilas Ngunut-Parang-Magetan (NguPaTan). Acara ini dihadiri ribuan peserta yang menempuh perjalanan sejauh 18 kilometer dari Desa Ngunut menuju Pendopo Surya Graha.

Desa Ngunut, yang pernah menjadi pusat pemerintahan Magetan, memiliki makna historis penting terkait Agresi Militer Belanda II pada 19 Desember 1948. “Masa perjuangan di Ngunut tidak boleh terlupakan,” ungkap Ketua DPRD Magetan, Suratno, yang turut serta dalam kegiatan ini.
Peserta napak tilas yang mencapai sekitar seribu orang ini menempuh jarak tersebut dalam waktu rata-rata dua jam lima puluh menit. Suratno menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang sejarah pemerintahan Magetan. “Dulu, dalam kondisi yang sangat mendesak, pemerintahan tetap berjalan. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua,” tambahnya.
Pj Bupati Magetan, Nizhamul, juga menyoroti pentingnya momentum ini untuk mengenang perjuangan para pendahulu. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus mengenang semangat perjuangan tersebut dan melanjutkannya dengan berkontribusi membangun Magetan,” pungkasnya.
Tradisi napak tilas ini rutin dilakukan jelang peringatan hari jadi Kabupaten Magetan, sebagai wujud penghormatan terhadap sejarah dan perjuangan yang telah dilalui oleh masyarakat setempat. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan sejarah daerah. (Rendra, ADV)

