Donggala – Javanewsonline.co.id | Sebanyak 100 petugas lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Donggala mengikuti Pembinaan Implementasi Pendayagunaan yang dibimbing oleh pakar ahli sosial dan politik, Dr. Sitti Chaeriah Ahsan, M. Si., dari Universitas Tadulako. Kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Dalam sesi pembinaan, Dr. Sitti Chaeriah menjelaskan bahwa peran PLKB dan Pemberdayaan Keluarga Berencana (PKB) memiliki peran krusial dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana. Ia menekankan bahwa keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari kontribusi para PKB dan PLKB sebagai ujung tombak di lapangan.
“Peran Kader Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) adalah ujung tombak di lapangan dalam menerjemahkan visi dan misi program Bangga Kencana. Ini harus diimplementasikan dengan baik di lapangan, sehingga masyarakat sebagai penerima dan pengguna program dapat merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Sitti Chaeriah menyoroti beberapa tugas utama PKB/PLKB, termasuk pelaksanaan pendayagunaan tenaga PKB/PLKB, penyuluhan, dan pergerakan. Ia menekankan pentingnya persiapan bahan pembinaan, pembimbingan, serta pelaksanaan kebijaksanaan teknis untuk memastikan program berjalan efektif.
Program Keluarga Nasional menjadi landasan sosial yang sangat penting bagi kemajuan bangsa. Menurut Sitti Chaeriah, program ini memberikan kontribusi besar bagi pembangunan sumber daya manusia saat ini dan di masa depan, menjadi prasyarat bagi kemajuan dan kemandirian bangsa. (Sir)

