Donggala – Javanewsonline.co.id  | Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Desa Mbuwu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, memainkan peran penting dalam mendampingi peserta Baduta (anak usia bawah dua tahun) selama periode kritis pertumbuhan, yang sering disebut sebagai Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Anifta, A. MD. Keb, Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Wilayah Kecamatan Banawa Selatan, menjelaskan bahwa TPK Desa Mbuwu, diwakili oleh Ratna, secara intensif melakukan pendampingan di rumah peserta Baduta. “Masa ini sangat krusial karena pada periode ini anak mengalami pertumbuhan emas yang mempengaruhi kondisi kesehatan dan perkembangan anak,” ujarnya.

Pendampingan ini bukan hanya sebatas pemantauan fisik, melainkan juga mencakup aspek-aspek lain yang memengaruhi pertumbuhan anak. “Tujuan dari pendampingan ini adalah untuk memastikan bahwa anak Baduta tumbuh dan berkembang dengan optimal,” tambah Anifta.

Menurutnya, pertumbuhan anak tidak hanya sebatas peningkatan ukuran fisik, melainkan juga mencakup aspek-aspek lain seperti perkembangan kognitif dan motorik. “Penting bagi TPK Desa Mbuwu untuk memahami seluruh aspek ini agar dapat memberikan dukungan yang holistik kepada peserta Baduta,” ungkap Anifta.

Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan sentuhan perhatian yang lebih personal dan terfokus pada kebutuhan individual setiap peserta Baduta. Dengan demikian, diharapkan setiap anak dapat mengalami pertumbuhan yang optimal pada masa kritis pertumbuhan ini. (Sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.