Donggala  –  Javanewsonline.co.id  |  Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Desa Salungkaenu, yang dikoordinir oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Keluarga Berencana (KB)/Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Banawa Selatan, Anifta, A. MD. Keb, terus menggelar serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Dalam upayanya mengurangi angka stunting, Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kecamatan Banawa Selatan fokus pada pelayanan kepada keluarga yang melibatkan ibu hamil, pasca melahirkan, bayi baru lahir hingga usia dua tahun, calon pengantin, dan Pasangan Usia Subur (PUS). Tujuannya adalah melakukan deteksi dini terhadap faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting serta memberikan pendampingan untuk meminimalisir risiko stunting.

Anifta, Korwil PLKB Bansel, menjelaskan bahwa kegiatan TPK melibatkan sejumlah kegiatan proaktif. “Kami melaksanakan penyuluhan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), menyediakan fasilitas rujukan pelayanan, dan memfasilitasi program bantuan seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi kepada anak-anak berisiko stunting. Selain itu, kami juga melakukan surveilans untuk pemantauan secara terus-menerus,” ujarnya pada Selasa (12/12/2023).

Proses kegiatan yang dijalankan oleh Tim Pendamping Keluarga di Poskesdes sejak Desember 2023 melibatkan peran aktif Bidan Desa Salungkaenu, Andi Kasma. Bidan tersebut memberikan pendampingan pelayanan kepada ibu hamil pasca melahirkan untuk memastikan kesehatan mereka dan bayi yang baru lahir. Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Dengan adanya inisiatif dan kerja keras Tim Pendamping Keluarga di Desa Salungkaenu, diharapkan bahwa langkah-langkah pencegahan stunting ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat, terutama bagi ibu hamil, anak-anak, dan keluarga di wilayah Kecamatan Banawa Selatan.(Sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.