Pangkep – Javanewsonline.co.id | Di sebuah desa yang sunyi, tepatnya di Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, terdapat sebuah tempat yang bersemangat dalam mengubah nasib para petani garam. Pada tanggal (19/10), Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, Teten Masduki, berkunjung ke rumah produksi bersama (RPB) garam, membawa harapan dan dorongan untuk meningkatkan kualitas garam petani di Indonesia, khususnya di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Dengan penuh semangat, Teten Masduki menyampaikan, “Pembangunan RPB ini adalah bagian dari program industrialisasi, hilirisasi produk unggulan nasional, salah satunya adalah garam.” Ia menekankan pentingnya pembangunan RPB ini dalam meningkatkan kualitas garam, sehingga para petani bisa meraih kehidupan yang lebih sejahtera. Garam, yang sebelumnya hanya digunakan sebagai bahan konsumsi, kini dapat diolah menjadi produk industri, membuka peluang baru bagi para petani.
Pembangunan RPB ini didukung oleh anggaran dari pemerintah pusat yang dihibahkan ke pemerintah daerah. Di seluruh negeri, terdapat delapan rumah produksi bersama yang dibangun sesuai dengan potensi daerah masing-masing. Ini adalah langkah nyata pemerintah untuk meningkatkan kualitas produksi garam petani, sehingga keuntungan dari garam bisa dinikmati oleh masyarakat secara lebih merata.
Teten mencatat bahwa mayoritas garam yang digunakan di Indonesia masih diimpor. Meskipun kebutuhan akan garam konsumsi hanya mencapai 600 ribu ton setiap tahun, impor garam industri mencapai angka yang mengkhawatirkan, yakni 2,3 juta ton. Dengan peningkatan kualitas dan kuantitas produksi garam petani, pemerintah bisa mengurangi ketergantungannya pada impor dan menjaga harga garam tetap stabil.
Lebih lanjut, Teten menggarisbawahi pentingnya koperasi dalam mengelola produksi garam. Dengan model ini, para petani bisa merasakan manfaat ekonomi yang lebih besar. “Ini adalah tata kelola bisnis yang kami anjurkan,” ujarnya dengan tulus.
Kunjungan Menteri Teten Masduki di Pangkep disambut dengan hangat oleh Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, yang didampingi oleh para pemimpin organisasi wanita dan pimpinan organisasi perangkat daerah. Ini adalah langkah nyata menuju transformasi garam petani untuk kesejahteraan yang lebih baik. (*Jufri)

