Dalam suasana kemarau yg yang panjang, Pemerintah Kabupaten Pinrang memutuskan untuk menggelar Dzikir dan Doa Bersama di Masjid Agung Al-Munawwir. Kegiatan ini adalah manifestasi dari harapan dan ketabahan mereka, seiring dengan upaya yang telah mereka lakukan untuk menghadapi musim kemarau yang tak kunjung berakhir.

Wakil Bupati Pinrang, Drs. H. Alimin, M.Si, turut hadir dalam acara ini, bersama dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Abd. Salam Latarebbi, serta banyak ulama lainnya. Masjid Agung Al-Munawwir menjadi saksi bisu dari kehadiran mereka yang berdoa bersama.
Dalam pidatonya, Wabup Alimin tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya atas kondisi kemarau yang telah menyebabkan sejumlah daerah di Kabupaten Pinrang mengalami kekeringan. Debit air sungai Saddang yang terus menurun juga telah menghambat sistem irigasi dan mengancam lahan pertanian masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Pinrang, dengan upaya maksimalnya, berusaha menghadapi situasi ini. Namun, mereka sadar bahwa upaya semata tidak cukup. Oleh karena itu, doa dari para ulama dan masyarakat di Kabupaten Pinrang menjadi bagian penting dalam usaha mereka.
Bupati Pinrang, Iran Hamid, sebelumnya juga telah mencari petunjuk dan nasihat dari para ulama terkait dampak kemarau panjang yang disebabkan oleh El-Nino. Semua ikhtiar yang mereka lakukan perlu diperkuat oleh doa dari Alim Ulama agar musim kemarau ini segera berlalu dan hujan kembali mengguyur tanah Pinrang.
Semangat dzikir dan doa bersama ini juga menyebar ke tingkat Pemerintah Kecamatan, di mana setiap Pemerintah Kecamatan diminta untuk ikut menggelar kegiatan serupa. Ini adalah langkah bersama dalam menghadapi tantangan kemarau yang tak kenal kompromi.
Kegiatan dzikir ini juga turut dihadiri oleh para pejabat dan unsur Forkopimda, Pj.Sekda Pinrang A. Tjalo Kerrang, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD, serta Ketua Baznas Pinrang, HM. Taiyyeb, bersama dengan undangan lainnya.
Melalui gambaran ini, kita melihat bagaimana dalam momen-momen sulit, masyarakat dan pemerintah daerah dapat bersatu dalam doa dan tindakan, menciptakan harapan dan keyakinan bersama dalam menghadapi tantangan yang datang. Kebersamaan mereka tercermin dalam doa-doa yang mereka panjatkan, dengan harapan bahwa hujan akan datang dan mengembalikan kehidupan yang subur ke tanah Pinrang yang kering. (Syass)
