Madiun – JavaNewsonline.co.id | Pemerintah Kabupaten Madiun terus berupaya agar angka prevalensi stunting di wilayahnya terus turun, hingga mencapai target yang sudah ditetapkan, yakni satu digit.

Untuk itu, pada Selasa (15/8) seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Madiun dan para camat mengikuti Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

“Kalau sudah kita lakukan intervensi ternyata balita stunting tidak juga sembuh, akan ada intervensi lanjutan. Intinya, setiap anak di Kabupaten Madiun punya hak untuk tetap sehat,” ungkap Bupati Madiun.

Dikatakannya, apabila ditemukan balita yang weight faltering, underweight, gizi buruk bahkan stunting, langsung diintervensi, yakni memberi makanan tambahan protein hewani selama 14 hari. Kalau ada yang belum sembuh, selanjutnya menjadi tanggungjawab Puskesmas dan dokter, dan disisi pembiayaan sudah disiapkan.

Kegiatan di Pendopo Muda graha ini dibuka oleh Bupati Madiun, H Ahmad Dawami disaksikan Wakil Bupati, H Hari Wuryanto, Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Madiun, Suryanto dan Kepala Dinas Kesehatan, Agung Tri Widodo.

Dalam kegiatan itu, Bupati Madiun menjelaskan, jika pihaknya mengundang para kepala desa dan lurah dalam rangka bulan timbang yang dilaksanakan secara serentak pada tanggal 22-24 Agustus mendatang, dengan harapan bulan timbang berjalan maksimal.

Untuk itu, Bupati Madiun menekankan kepada ibu pemilik balita harus membawa balitanya ke posyandu untuk ditimbang maupun diukur tinggi badannya. Hal ini untuk menghitung total stunting di Kabupaten Madiun.

“Ini tindak lanjut dari Februari lalu, dan sudah kita intervensi, sehingga hasilnya akan kita lihat di bulan Agustus ini, apakah prevalensinya turun menjadi 1 digit, karena target kita adalah 9,5 persen,” ujar Bupati Madiun, seraya menambahkan jika alat timbang harus siap di semua Posyandu di hari pelaksanaan, begitupun petugasnya sudah dilatih.

Disinggung bentuk intervensi Pemkab Madiun, Bupati mengaku intervensi sudah sangat maksimal dilakukannya untuk menekan angka stunting, sehingga semua OPD dilibatkan, bahkan hingga tingkat desa, karena di desa ada anggaran untuk intervensi anak stunting.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati dan Kepala Dinas PPKBP3A Kabupaten Madiun juga menyampaikan materi mengenai apa saja yang harus dilakukan para kades dan lurah pada Bulan Timbang nanti, demi suksesnya penurunan stunting di Kabupaten Madiun. (YW)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.