Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Sejumlah baliho yang bertuliskan petaka penolakan terhadap pejabat (Pj) Kepala Desa lassang Iwanuddin Mansyur SE tersebar di beberapa tempat di Desa Lassang Kecamatan Polongbangkeng Utara (Polut) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (29/10).

Bentangan spanduk merupakan bentuk penolakan warga dan Karang Taruna Desa Lassang terhadap kepemimpinan Iwanuddin Mansur selaku Pejabat (Pj) Kades yang dianggap tidak becus memimpin selama 6 bulan di Desa Lassang.
Menurut Fahmi Husain, selaku Ketua Karang Taruna dan perwakilan warga Desa Lassang menganggap Pj Kades Iwanuddin Mansur, banyak memicu masalah di masyarakat.
Mulai dari tidak adanya transparansi anggaran desa, melakukan kegiatan-kegiatan desa secara tertutup dan tidak diketahui warga, membagi bantuan secara diam-diam, juga banyak bantuan warga yang seharusnya dibagikan namun di alihkan ke penerima lain.
Ketua karang Taruna Desa Lassang ini juga mengatakan, bahwa baru-baru ini Pj Kades memotong uang living cost mahasiswa yang sedang Kuliah kerja Nyata (KKN) di desa tersebut, namun akhirnya dikembalikan karena di soroti.
“Banyak masalah yang muncul sejak pemerintahan beliau. Pemerintah desa menjadi sangat tertutup dan tidak transparan. Banyak kegiatan desa yang dilakukan tanpa melibatkan warga dan elemen-elemen masyarakat, juga banyak masalah-masalah lainnya,” ucap Fahmi.
Fahmi selaku Ketua Karang Taruna Desa Lassang menyerukan melalui petaka ini warga menyampaikan ketidak puasan terhadap kepemimpinan Iwanuddin mansyur SE selaku PJ Kades Lassang.
Warga dan Karang Taruna juga menuntut dengan keras kepada Bupati Takalar, agar PJ Kepala Desa Lassang Dicopot dari jabatannya.
“Apabila tuntutan warga dan Karang Taruna tidak dipenuhi, maka hari Senin yang akan datang, warga dan Karang Taruna akan melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Takalar,” tegas Fahmi, melalui Press rilisnya ke Whatsapp wartawan, Sabtu (29/22).
Sementara itu, Pejabat (Pj) Kades Lassang Iwanuddin Mansur, sampai berita ini ditayangkan belum bisa dikonfirmasi. (Muhammad Rusli)

