Blitar (Jatim) – Javanewsonline.co.id | Pesta Demokrasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari lahirnya sebuah kekuasaan yang berazaskan kekuatan yang lahir dari rakyat. Sudah barang tentu pilihan rakyat menjadi kekuasaan tertinggi. Akan tetapi menciptakan kemurnian demokrasi tidak mudah, karena didalamnya bertebaran noda politik yang sangat komplit.
PDI Perjuangan membentuk Satgas Anti Politik Uang yang disingkat “SAPU”, digedung pertemuan Prasada Mart Kanigoro, pada Senin (7/12). Dalam gelar acara tersebut, nampak hadir Suwito Saren Satoto selaku Sekjen DPC PDIP Kabupaten Blitar sekaligus selaku Ketua DPRD dan Ketua Tim Pemenangan . Hadir pula anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Erna Susanti M.Si dari Fraksi PDIP Aang Kunaefi SH MH selaku Bawaslu Jatim, serta sebanyak kurang lebih 100 orang pasukan SAPU.
Dalam gelar acara ini, Suwito Saren Satoto dalam sambutannya mengatakan, bahwa dibentuknya SAPU dengan harapan agar Pemilukada bisa berjalan sesuai dengan aturan demokrasi yang bersih dan sehat. Dalam melaksanakan tugasnya, anggota SAPU harus peka terhadap gejala adanya pelanggaran politik. Mereka dihimbau jika menemukan sebuah pelanggaran dilapangan, agar para anggota tidak melakukan perbuatan main hakim sendiri, tapi harus diserahkan kepada yang berwenang. Tujuan PDI Perjuangan membentuk SAPU, agar masyarakat memiliki rasa aman dan nyaman dalam memilih pemimpin yang diinginkan dan tidak takut untuk menolak adanya politik uang yang menodai kebersihan demokrasi, sehingga tercipta Pilkada 2020 yang berkualitas. (Edi)

