Takalar (Sulsel) – Javanewsonline.co.id | Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis unggulan keagamaan, Unit Pelaksana Tekhnik (UPT) Sekolah Dasar Negeri (SDN) 19 BABA, Kelurahan Bontokadatto Kecamatan Polongbangkeng Selatan Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan, giatkan program membangun Masjid.

Keberadaan rumah ibadah umat Islam tersebut, nantinya menjadi salah satu pendukung proses belajar mengajar di lingkungan sekolah. Dengan beberapa visi- misi, Kepala SDN 19 BABA mencanangkan Sholat Dhuhur berjamaah sebelum pulang sekolah.
Karman Jaya SPd Daeng Sila menuturkan, pembangunan masjid di lingkungan sekolah dengan ukuran 8×8 meter persegi, yang diberi nama Masjid Lantera SDN 19 BABA, merupakan kesepakatan dengan orang tua dan komite sekolah, juga Tokoh masyarakat, serta Ketua DPRD Takalar Darwis Sijaya, sebelum dilantik sebagai Ketua DPRD tahun 2019 lalu.
Masjid ini diberi nama Lantera karena kata itu bersimbol terang, dengan harapan siswa-siswi lulusan sekolah tersebut, bisa menjadi terang dalam menimba ilmu dan kelak bisa menerangi masa depannya.
Karman menyampaikan, nantinya Masjid ini tidak hanya bermanfaat bagi siswa-siswi dan guru saja, tapi juga bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Pihaknya tidak dapat menyebut total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Masjid tersebut, karena dikerjakan secara bertahap.
“Dana yang diperoleh merupakan sumbangsih orang tua siswa dan guru-guru yang menyisihkan sebagian gajinya. Bahkan, ada juga yang mengatas namakan hamba Allah. Selain itu ada dukungan juga dari donator. Sampai saat ini kami masih membutuhkan uluran tangan bagi yang ingin menjadi donatur,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan Masjid tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2019 dan baru terlaksana pada tahun ini. Daeng Sila sapaan akrabnya sehari hari berharap, pembangunan Masjid rampung tahun ini, mengingat keterbatasan anggaran.
Masjid ini diperkirakan dapat menampung sekira 120 Jamaah. Sehingga saat menunaikan ibadah sholat Jum’at atau sholat berjamaah, siswa tidak perlu keluar sekolah, cukup di Masjid saja. (Muhammad Rusli)

