Makassar — Javanewsonline.co.id | Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, ratusan warga memadati Pekuburan Dadi, Senin (16/2). Tradisi ziarah kubur ini menjadi agenda tahunan masyarakat sebagai bentuk penghormatan sekaligus doa bagi keluarga yang telah berpulang.
Sejak pagi hari, peziarah berdatangan membawa air, bunga tabur, serta perlengkapan doa. Mereka membersihkan area makam keluarga, menaburkan bunga, dan memanjatkan doa agar almarhum dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Bagi masyarakat Makassar, ziarah kubur menjelang Ramadhan bukan sekadar tradisi seremonial. Kegiatan ini telah mengakar secara turun-temurun sebagai wujud bakti kepada orang tua dan keluarga yang telah tiada, sekaligus momentum refleksi diri dalam menyongsong bulan penuh ampunan.
Di sepanjang jalan menuju area pekuburan, suasana tampak semakin ramai dengan hadirnya para pedagang bunga. Mereka berjejer menawarkan aneka bunga tabur dalam berbagai kemasan yang dibeli peziarah untuk diletakkan di atas pusara sebagai simbol penghormatan dan kasih sayang.
Salah seorang warga, Syarifuddin, mengatakan ziarah menjelang Ramadhan memiliki makna spiritual yang mendalam. “Setiap menjelang Ramadhan kami selalu menyempatkan diri berziarah. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari nilai budaya dan pengingat bagi kami untuk memperbanyak doa,” ujarnya.
Tradisi ini diharapkan dapat membawa ketenangan batin bagi keluarga yang berziarah. Selain itu, kegiatan tersebut juga mempererat kebersamaan dan kepedulian antarwarga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. (Syaripuddin)

