Tawau – Javanewsonline.co.id | Sebanyak 10 orang Warga Negara Indonesia masuk ke Negara malaysia di Tawau Sabah secara Ilegal, mereka di amankan pihak keamanan Tawau (PMI). Warga Negara Indonesia yang baru mendarat di Tawau ditahan dalam satu operasi yang dilakukan pada Selasa 15 Feb 22  jam 5.50.

Pihak keamanan Tawau mengamankan warga negara Indonesia, karena masuk Negara Malaysia secara ilegal. Hal itu diketahui dari hasil tindakan pantas Tim Quick Reaction Force (QRF) yang sedang melaksanakan Op Benteng Bersama, di bawah pemerintahan Brigadier Jeneral Abdul Karim bin Ahmad Komander Angkatan Tugas Bersama 2 (ATB 2).

Hasil pantauan Tim QRF mendapati dua buah speed boat laju yang mencurigakan mendarat di pangkalan Pemunggahan Balak Kampung Hidayat. Bot laju yang dinaiki PMI tersebut menerima informasi adanya Warga Negara Asing bergerak dari arah Pulau Sebatik Indonesia, menuju ke kawasan pangkalan tempat pembongkaran barang, Balak, Kampung Kurnia Jaya, Tawau.

Tim QRF telah melaksanakan pencarian dan berhasil menemukan kedudukan PMI yang sedang bersembunyi di kandang kambing, tetapi mereka mengelak saat ditemukan oleh Tim QRF. Manakala dua buah speed boat laju yang membawa ke semua PMI tersebut dipercayai telah memutar balik ke sempadan perairan negara selepas berjaya menurunkan kesemua PMI.

Tim QRF telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pusat Operasi Wilayah Bersama (POWB), yang berpusat di MK ATB 2 untuk diambil tindakan lanjut. Dari Hasil pemeriksaan tersebut, mereka mendapati kesemua PMI merupakan warga negara Indonesia yang tidak memiliki dokumen pengenalan atau identitas yang sah cuba telah memasuki Malaysia secara ilegal melalui perairan Tawau.

Mereka terdiri dari delapan lelaki dewasa berusia antara 19 hingga 51 tahun dan dua wanita dewasa berusia 33 sampai 45 tahun, dan tidak menemukan barang-barang terlarang. Kesemua PMI mereka mengatakan bahwa mereka berasal dari Pulau Sebatik, Indonesia dan masuk ke Malaysia untuk bekerja.

Semua PMI ilegal dibawa ke Pejabat Polis Daerah (IPD) Tawau pada pukul 6.45 pagi, tujuannya untuk melakukan pemeriksaan dan laporan polis, serta proses untuk menjalani tes Covid-19, juga melakukan tindakan selanjutnya. Kes disiasat di bawah Seksyen 6 (3) Akta Imigresen 1959/63 jika sabit kesalahan yaitu tinggal dan berada di Malaysia tanpa PAS atau Permit yang sah.

Komander ATB 2 menyetujui ucapan tahniah kepada pegawai dan anggota yang bertugas di POWB ATB 2, Tim QRF dan IPD Tawau, di atas kejayaan pelaksanaan operasi. Menurutnya, kejayaan ini membuktikan ATB 2 senantiasa komitmen terhadap keselamatan, kemakmuran dan kedaulatan Esszone Sabah.

ATB 2 memperketat kawalan sempadan melalui pelaksanaan Op Pasir dan Op Benteng Bersama, bagi mengekang jenayah rentas sempadan untuk menghindari ancaman dan keselamatan demi menjaga kedaulatan dan keselamatan negara, khususnya di Pantai Timur Sabah. (Sahabuddin)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.