PELALAWAN – Gerakan Subuh Berjamaah (GSB) ke-25 di Kabupaten Pelalawan kembali menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya memperkuat ukhuwah Islamiyah, menumbuhkan kepedulian sosial, serta membangun kebiasaan memulai hari dengan ibadah dan kebaikan.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid As-Syuhada, Jalan Pemda, Gang Selasih Ujung, Rabu (14/10/2026) tersebut dihadiri Wakil Bupati Pelalawan, H. Husni Tamrin, S.H., bersama jamaah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Husni Tamrin menekankan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah bukan sekadar mengajak umat Islam meramaikan masjid pada waktu subuh, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, dan menumbuhkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan memulai hari dengan salat berjamaah memiliki nilai positif yang besar. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan antarmasyarakat untuk memperkuat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Husni Tamrin menyerahkan sedekah subuh sebesar Rp10 juta untuk Masjid As-Syuhada, yang diperuntukkan bagi pembelian cat masjid.

Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap rumah ibadah sekaligus dukungan agar masjid tetap terawat, nyaman, dan semakin baik dalam melayani kebutuhan umat.

Tak hanya memberikan bantuan untuk masjid, Husni Tamrin juga konsisten menjalankan tradisi sedekah subuh berupa minyak goreng yang dibagikan kepada seluruh jamaah yang hadir.

Perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang mengikuti salat Subuh berjamaah. Mereka menerima uang jajan yang diserahkan langsung oleh Wakil Bupati.

Langkah sederhana ini memiliki pesan sosial yang kuat. Sedekah bukan hanya tentang nominal, melainkan bagaimana kepedulian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus menanamkan nilai berbagi kepada generasi muda sejak dini.

Subuh Berjamaah, Memperkuat Persaudaraan dan Kepedulian

Penceramah dalam kegiatan tersebut, Ustaz Andi Mutya Pilka, S.Sy., menyampaikan bahwa Gerakan Subuh Berjamaah memiliki banyak nilai positif bagi kehidupan umat.

Selain meningkatkan kualitas ibadah, GSB menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sejak awal hari, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Gerakan ini juga mengingatkan bahwa masjid bukan hanya tempat menunaikan ibadah ritual, melainkan pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, dan tumbuhnya kepedulian sosial.

Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak, menjadi bagian penting dalam membangun budaya religius yang berkelanjutan. Anak-anak tidak hanya diajak mengenal masjid, tetapi juga diperkenalkan pada nilai disiplin, persaudaraan, dan kedermawanan.

Melalui GSB ke-25 ini, semangat yang dibangun tidak berhenti ketika jamaah meninggalkan masjid. Nilai ibadah diharapkan tercermin dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling membantu, menjaga kerukunan, serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Mengawali hari dengan kebaikan, merawat persaudaraan, dan membiasakan berbagi. Itulah semangat yang terus dihidupkan melalui Gerakan Subuh Berjamaah di Kabupaten Pelalawan.(erizal)